Ini Faktor-Faktor yang Bisa Membuat Perusahaan Anda Kolaps

Dalam berbisnis, sering kali kebangkrutan atau kolaps menjadi momok yang menakutkan. Tidak sedikit perusahaan yang baru berjalan beberapa tahun tiba-tiba mengalami kolaps atau kebangkrutan.

Ini Faktor-Faktor yang Bisa Membuat Perusahaan Anda Kolaps
image/www.flickr.com

Tentu saja Anda sebagai pelaku usaha tidak ingin mengalami hal yang sama bukan? Untuk mencegah hal ini, Anda harus tahu beberapa faktor yang bisa membuat suatu perusahaan menjadi bangkrut, mari kita simak bersama:

 1. Tidak Mampu Menangkap Kebutuhan Konsumen

Tidak mampu menangkap kebutuhan konsumen merupakan salah satu faktor yang bila diabaikan bisa berakibat fatal. Sebagai sebuah perusahaan, tujuan yang harus dicapai selain tentunya mendapatkan keuntungan adalah memberikan pelayanan terbaik terhadap konsumen.

Kita harus memanjakan konsumen dengan cara mengetahui kebutuhannya, melayani konsumen sebaik-baiknya, mendengarkan saran dan kritikan, hingga tetap menjaga kualitas produk yang Anda jual agar pelanggan tetap setia dengan Anda.

Apabila Anda tak juga menangkap kebutuhan konsumen, bukan tidak mungkin pelanggan Anda lebih memilih menggunakan produk dari pesaing dan tentu hal ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pesaing Anda.

Baca juga: 10 Pendekatan Psikologis untuk Menarik Calon Konsumen

Jadi, daripada Anda terus menerus kehilangan pelanggan, solusinya adalah segeralah menangkap kebutuhan konsumen untuk membuat mereka setia pada produk yang Anda jual, dengan cara serap aspirasi dari mereka, minta saran kritikan untuk pengembangan produk.

2. Terlalu Fokus Pada Pengembangan Produk

Fokus terhadap pengembangan produk merupakan hal yang baik dan harus dipertahankan para pelaku bisnis, namun apa jadinya jika Anda terlalu fokus terhadap hal tersebut?

Ini Faktor-Faktor yang Bisa Membuat Perusahaan Anda Kolaps
image/floridagunsupply.com

Jawabannya ada pada poin nomor satu, Anda tidak akan mampu menangkap kebutuhan konsumen. Anda pun juga akan kehilangan kepekaan terhadap apa yang sedang terjadi di dalam dan luar bisnis yang bisa membahayakan bisnis Anda, dsb nya.

Ketika terlalu fokus untuk mengembangkan produk-produk, Anda bisa saja melewatkan banyak hal. Mungkin Anda tidak akan tahu apabila ada karyawan yang bermasalah, adanya korupsi dalam bisnis, dan hal lainnya yang bisa mengancam bisnis.

Baca juga: Waspada! Waktu-Waktu Paling Rawan dalam Bisnis Anda

Tentu Anda tak mau hal ini terjadi pada bisnis Anda bukan?

Ketika Anda kehilangan kontrol terhadap bisnis yang Anda kelola sendiri, lambat laun pun bisnis Anda semakin rapuh, dan tinggal menunggu waktu saja untuk mengalami kolaps jika tak segera Anda benahi.

Solusinya? Mulailah buat skala prioritas hal-hal mana saja yang harus dikedepankan, sehingga terjadi keseimbangan antara pengembangan produk dengan kondisi di dalam maupun luar bisnis yang bisa mempengaruhi keberlangsungan bisnis Anda kedepannya.

3. Ketakutan yang Berlebihan

Ketakutan akan mengalami kebangkrutan, kerugian, tidak dapat melayani konsumen, ketidakmampuan mengatasi masalah yang terjadi, dsb nya itu merupakan hal yang wajar.

Namun, ketakutan akan menjadi kenyataan dan malapeta ketika Anda berlebihan dalam menyikapinya. Rasa takut, sisi positifnya akan membuat Anda menjadi lebih siaga dan bersikap preventif.

Ketika takut berlebihan, Anda juga akan menjadi ragu dalam mengambil resiko dan akibatnya Anda akan membuang semua kesempatan yang bagus. Hal itu juga berakibat Anda akan menjadi pesimis dengan kesempatan yang akan datang.

Baca juga: 10 Tanda Bisnis Anda Sehat dan Bersih

Ketika pesimis, Anda akan lebih sering mempertimbangkan resiko daripada melihat seberapa besar peluang yang ada. Hal ini tentu berbahaya karena kebanyakan kesempatan tidak datang dua kali.

Sebagai solusinya, mulailah tanamkan dalam diri Anda untuk tidak takut dalam menghadapi dan mengambil resiko demi kemajuan bisnis Anda namun tetap realistis dengan kondisi bisnis Anda.

Ini Faktor-Faktor yang Bisa Membuat Perusahaan Anda Kolaps
image/michellerafter.com

4. Berhenti Melakukan Inovasi

Apakah Anda pernah mendengar bagaimana Nokia, perusahaan legendaris telepon selular yang kini sudah tergerus eksistensinya karena kalah bersaing dengan kompetitor, dan bahkan dibeli oleh Microsoft?

Padahal Nokia menjadi raja telepon selular di awal dekade 2000-an. Mereka terlambat merespon pasar ketika Android mulai berkembang dan Iphone sudah mulai mengancam di awal 2007-an. Anda sebagai pelaku usaha, tentu tidak ingin  mengalami hal yang sama bukan?

Inovasi merupakan hal yang wajib dilakukan oleh setiap pelaku bisnis. Tanpa inovasi, produk-produk yang dijual lama kelamaan akan menjadi membosankan bagi masyarakat yang menjadi target pasar Anda.

Baca juga: Ini Cara Jitu Membuat Pelanggan Anda Kembali Lagi

Perusahaan-perusahaan besar, mulai dari perusahaan makanan, mobil, minuman, hingga barang elektronik secara rutin melakukan inovasi dan menghasilkan produk-produk baru.

Produk baru akan selalu mengundang perhatian dan minat dari konsumen di luar sana. Apabila perusahaan bergerak di bidang jasa, Anda tetap dapat melakukan inovasi seperti menambah pilihan-pilihan pelayanan yang dapat membuat konsumen merasa senang.

5. Kurang Mengamati Pergerakan Kompetitor

Kurang mengamati pergerakan dari kompetitor akan menyebabkan Anda kalah bersaing dan tertinggal jauh di belakang. Anda harus tetap memperhatikan langkah dan strategi yang dilakukan oleh kompetitor.

Apabila kompetitor meluncurkan berbagai produk dan strategi marketing yang ternyata sukses besar, Anda tidak boleh kalah. Anda harus segera menyusun strategi baru yang dapat membuat perhatian konsumen beralih kepada produk Anda.

Siapkan keunikan yang berbeda dan menjadi ciri khas dari produk yang Anda jual, walaupun kategori barang yang dijual kompetitor itu sama dengan produk Anda.

Dengan begitu, paling tidak posisi Anda akan seimbang dengan kompetitor. Tetap berinovasi sampai kapanpun, karena inovasi itu tak pernah mati.

Baca juga: Sudahkah Anda Tahu Alasan Mengapa Pelanggan Anda Pindah Ke Lain Hati?

6. Harga yang Terlampau Mahal 

Beberapa orang percaya bahwa harga yang mahal akan membuat produk Anda tampak lebih bagus dan lebih mewah dari lainnya. Memang, apalagi jika kualitas barang Anda memang bagus dan barang sudah memiliki merek yang dikenal dunia.

Namun, apa jadinya jika ada perusahaan baru yang mengeluarkan produk yang mirip dengan prduk Anda dan menjualnya jauh lebih murah?

Ini Faktor-Faktor yang Bisa Membuat Perusahaan Anda Kolaps
image/media.bizj.us

Beberapa konsumen yang berduit memang mungkin akan tetap memilih barang Anda karena harganya yang mahal menjadi kebanggaan sendiri bagi kalangan mereka.

Namun ketika produk Anda hanya diminati oleh konsumen-konsumen tingkat menengah ke atas, kompetitor Anda akan memanfaatkannya untuk menarik perhatian semua kalangan, dari kalangan bawah, menengah hingga kalangan atas.

Mungkin saja Anda tidak bangkrut, namun pendapatan akan menurun secara drastis karena kalah saing dengan kompetitor.

Baca juga: 10 Langkah Cerdas Mencegah Kebangkrutan dalam Bisnis

Solusinya, patok harga yang tidak begitu mahal dari pesaing, tapi kualitas masuk akal, sehingga harga yang Anda tetapkan tidak merusak harga pasar, yang bisa berakibat timbulnya konflik dengan kompetitor.

Setelah membaca faktor-faktor diatas, maka tunggu apalagi untuk mempraktekan solusi nya untuk bisnis Anda.  Semoga beruntung dan sukses.

1 Comment
About Us

Intermezzo is online magazine for smart entrepreneurs and start-ups. We are committed with two ideas. First, as entrepreneurs and start-ups within Indonesia will be the bridge that will link the entrepreneurial community in our region together. Second, the start-up boom that began in Surabaya and which spread to around Indonesia will tell this exciting and unfolding story in our region. We are active across digital and social media.

%d bloggers like this: