Step by Step Menyusun Resolusi Bisnis untuk Meningkatkan Target Penjualan di Tahun Baru 2018

Sekarang kita sudah memasuki penghujung tahun 2017. Itu artinya, tahun baru 2018 sudah di depan mata. Bagaimana dengan resolusi Anda awal tahun lalu? Apakah sudah tercapai semuanya? Atau, ada beberapa resolusi yang ngandat di tengah jalan?

Jangan menyerah! Manfaatkan tahun baru 2018 untuk mencapai semua resolusi yang Anda inginkan.

Mulai dari resolusi pribadi hingga resolusi untuk bisnis Anda.

Bisnis?

Memangnya setiap pengusaha harus memasang resolusi bisnis tiap awal tahun begini ya?

Tidak juga. Tapi, sebaiknya “HARUS”. Para pebisnis profesional memanfaatkan akhir tahunnya untuk evaluasi, evaluasi, dan inovasi.

Ingat pepatah “Jangan sampai jatuh di lubang yang sama?”

Yap, itu adalah salah satu pepatah yang mendasari pentingnya evaluasi. Jangan biarkan kegagalan yang menimpa bisnis Anda di tahun lalu terulang kembali di tahun baru nanti.

Duh, amit-amit jabang bayi jangan sampai!

Biar cuma turun omzet 0,009% saja, jangan sampai terulang kembali. Kalau bisa harus naik, naik, dan naik.

Makanya, kita harus tahu bagaimana step by step memasang resolusi bisnis yang tepat agar memudahkan kita untuk mencapainya.

Bisa jadi, kegagalan Anda mencapai resolusi bukan terletak pada minimnya usaha yang Anda lakukan, tapi karena resolusi yang Anda pasang terlalu tidak masuk akal.

Contohnya begini. Omzet penjualan Anda tahun ini mencapai 5 juta per hari. Tiba-tiba, Anda memasang resolusi: tahun depan harus mendapat omzet minimal 500 juta per hari—dengan  produk yang sama, SDM yang sama, serta strategi pemasaran yang sama.

Kan tidak masuk akal? Bagaimana bisa Anda memasang resolusi tanpa adanya strategi yang mengikuti?

Inilah yeng membedakan resolusi dengan bermimpi.

Resolusi adalah sebuah janji yang sebisa mungkin harus ditepati. Menyusunnya tidak boleh asal-asalan, supaya hasilnya memuaskan.

Jadi, ada yang salah dengan resolusi di atas.

Pertama, resolusi yang dipasang tidak memiliki dasar. Kedua, tidak ada pembaruan strategi untuk menunjang pencapaian resolusi.

Baca juga : Inilah 4 Alasan Mengapa Membuat Rencana Bisnis Jangka Pendek Begitu Penting

Dasar Menentukan Resolusi Bisnis

Memasang target bisnis setinggi-tingginya memang baik. Namun, memasang target tanpa didasari evaluasi dan observasi kondisi terkini justru menjadi ancaman.

Seperti contoh di atas.

Tiba-tiba Anda memasang target omzet 500 juta per hari hanya karena menginginkan kesuksesan bisnis secara instan.

Padahal, Anda belum mengevaluasi bagaimana kinerja karyawan Anda selama ini.

Bisa jadi, demi mencapai target omzet 500 juta per hari, seluruh karyawan Anda mati-matian cari pembeli sampai larut malam.

Atau, Anda juga tidak melakukan observasi terkini.

Anda menuntut karyawan melakukan pemasaran dari rumah ke rumah. Padahal, di era bisnis zaman now, orang lebih suka belanja online melalui smartphone.

Lalu, bagaimana dampaknya?

Tentu saja resolusi sulit tercapai.

Baca juga: 6 Kesalahan dalam Berbisnis yang Wajib Diwaspadai

Sekarang, saya akan berbagi pengalaman tentang hal-hal apa sajakah yang perlu Anda evaluasi sebelum memasang resolusi bisnis di tahun baru.

1. Evaluasi Manajemen Keuangan

Hal pertama yang perlu kita evaluasi terletak pada masalah keuangan.

Jika usaha tidak juga berkembang di tahun sebelumnya, evaluasi kembali manajemen keuangan Anda untuk tahun kedepan.

Hitung kembali jumlah pemasukan dan pengeluaran Anda. Bila dirasa ada yang tidak wajar, mulailah membuat perencanaan baru.

Buatlah rincian anggaran untuk pengeluaran bisnis Anda selama 1 tahun mendatang. Siapkan pula dana bulanan untuk hal-hal yang tidak terduga.

Untungnya, jika Anda salah satu pengusaha restoran/ kafe, terdapat salah satu software resto paling praktis untuk membantu Anda mengelola keuangan restoran.

InterActive MyResto namanya. Software ini mampu membantu Anda mengelola berbagai macam operasi. Mulai dari tampilan menu, order dari pelanggan, hingga pencatatan keuangan yang termasuk perhitungan laba dan rugi secara terotomasi.

2. Evaluasi Kualitas dan Kuantitas Produk

Selanjutnya, lakukan evaluasi terhadap kualitas dan kuantitas produk yang Anda jual. Evaluasi faktor apa saja yang menghambat penjualan produk Anda selama ini.

Misalnya,  apakah minimnya ketersediaan pasokan bahan. Atau, kualitas produk Anda kalah bersaing dengan produk sejenis lainnya.

3. Evaluasi Strategi Penjualan

Poin evaluasi yang ketiga ini masih berhubungan dengan poin sebelumnya. Kali ini, Anda hanya perlu fokus pada masalah penjualan.

Bagaimana strategi pemasaran yang selama ini Anda lakukan? Apakah berdampak besar pada hasil penjualan? Apakah Anda sudah mengikuti tren pemasaran digital?

Apa saja kendala yang dialami tim marketing Anda dalam menjual produk-produk Anda?

Pertanyaan ini adalah beberapa contoh pisau analisis untuk mengukur strategi penjualan yang Anda terapkan selama ini.

4. Evaluasi SDM

SDM alias Sumber Daya Manusia dalam perusahaan Anda juga perlu diperhatikan.

Lakukan evaluasi terhadap kinerja karyawan, supervisor, hingga jajaran manajer dan direktur di perusahaan Anda.

Lakukan analisis tentang apa saja kendala yang mereka alami selama bekerja, serta diskusikan resolusi bisnis yang mereka pikirkan tentang kesuksesan perusahaan Anda.

Jangan pernah meremehkan ide bawahan Anda. Mereka adalah orang-orang yang paling tahu kondisi di lapangan.

Bisa jadi, mereka memiliki strategi bisnis paling jitu untuk kesuksesan bisnis Anda.

5. Evaluasi Fasilitas Perusahaan

Poin ini berkaitan dengan produktifitas perusahaan Anda sehari-hari. Lakukan analisis terhadap barang-barang inventaris perusahaan Anda.

Mulai dari keperluan produksi ataupun fasilitas pendukung lainnya.

Teliti bagaimana kondisi dan kualitas masing-masing inventaris perusahaan Anda, serta cari tahu apakah Anda sudah memilih alat-alat yang tepat sesuai perkembangan zaman.

Misalnya, untuk menjaga keamanan kantor/ gedung perusahaan. Apakah perusahaan Anda telah dilengkapi CCTV dan security system yang memadai?

Jangan menganggap remeh CCTV. Lebih baik sedia payung sebelum hujan. Sedia CCTV sebelum kemalingan (Eh!)

Jika Anda bingung mencari CCTV dan security system terbaik untuk perusahaan Anda, coba kunjungi website Insight (InterActive Security System). Di sana, banyak pilihan CCTV yang dapat kita beli sesuai kebutuhan.

6. Evaluasi Kepuasan Pelanggan

Jika poin 1-5 hanya mengajak Anda mengevaluasi faktor internal dalam perusahaan, sekarang saya mengajak Anda mengevaluasi faktor eksternal.

Salah satu yang terpenting adalah kepuasan pelanggan. Analisis bagaimana tingkat kepuasan pelanggan Anda selama ini.

Anda bisa mengukurnya berdasarkan polling rating kepuasan yang dikirim pelanggan melalui berbagai sumber.

Bagaimana cara mengetahuinya?

Cara yang pertama melalui kolom komentar di website atau media sosial.

Biasanya, konsumen sering menuliskan pertanyaan, keluhan, ataupun kepuasannya setelah menggunakan produk tertentu melalui live chat di website atau kirim pesan di media sosial.

Lalu, bagaimana kalau website saya tidak dilengkapi live chat? Bagaimana pula jika media sosial perusahaan saya belum dikelola dengan baik?

 

Itu salah Anda sendiri (Ups!)

Jaman serba online kok website-nya biasa-biasa aja. Dikit-dikit update status Facebook Twitter, Whatsapp dan Instagram, kok itu semua malah nggak dimanfaatkan buat bisnis. Kan percuma!

Makanya, bikin website yang bagus itu ya di InDeo. Mau minta desain website kekinian yang dilengkapi live chat juga bisa.

Mau sekalian dioptimalkan media sosialnya juga bisa. Sudah, nggak usah pusing lagi. Hubungi InDeo saja.

Oh iya, sampai poin berapa tadi? Oke, lanjut nomor 7.

7. Evaluasi Kompetitor

Poin ini juga termasuk faktor eksternal perusahaan. Mengapa harus mata-matain kompetitor.

Hmm.. sebenarnya tidak perlu dimata-matain juga sih.

Anda hanya perlu evaluasi. Analisis kekuatan dan kelemahan kompetitor Anda, dan bandingkan dengan kekuatan serta kelemahan bisnis Anda.

Evaluasi kompetitor juga sangat penting untuk mengetahui mengapa beberapa orang lebih memilih produk lain daripada produk Anda.

Apakah karena harganya lebih murah? Pelayanannya lebih ramah? Atau justru produknya lebih ‘wah’?

Jawablah sejujur-sejujurnya pertanyaan di atas.

Tidak perlu malu mengakui kekurangan Anda dibanding kompetitor. Justru dengan sikap bijaksana seperti inilah kesuksesan bisnis akan semakin dekat kepada Anda.

Baca juga: 5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Pengusaha dari Generasi Millenial

Saatnya Menyusun Resolusi Bisnis

Sekarang, Anda sudah tahu hal-hal apa saja yang perlu dievaluasi dalam bisinis Anda. Beberapa diantaranya ya 7 poin di atas.

Tapi, bolehkah menambah atau mengurangi beberapa poin di atas?

Tentu saja boleh.

Setiap bisnis memiliki karakter berbeda-beda. Anda boleh menambah atau mengurangi beberapa poin sesuai kebutuhan bisnis Anda.

Yang penting, kuncinya satu: sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.

Nah, sekarang saatnya menyusun resolusi bisnis.

Tapi, sebelum menyusun resolusi bisnis, saya ingin bertanya kepada Anda. Apakah Anda sudah betul-betul memahami apa itu resolusi bisnis?

Menurut Wikipedia, resolusi tahun baru adalah tradisi sekuler yang umumnya berlaku di dunia Barat, tetapi juga bisa ditemukan di seluruh dunia.

Menurut tradisi ini, seseorang akan berjanji untuk melakukan tindakan perbaikan diri yang akan dimulai pada hari tahun baru.

Terus, kalau resolusi bisnis itu apa?

Intinya tidak berbeda jauh.

Hanya saja, isi resolusi bisnis lebih ditujukan untuk kepentingan bisnis. Misalnya: target peningkatan penjualan, perluasan pendistribusian, hingga penambahan jumlah pelanggan.

Saya sudah sebutkan di awal, menyusun resolusi bisnis tidak boleh main-main. Itu kalau memang Anda serius ingin menghasilkan pencapaian yang maksimal di tahun baru nanti.

Lalu, bagaimana cara memulainya?

Lho, kok memulainya sih? Kita sudah sama-sama memulainya dengan mengevaluasi beberapa faktor penting sebelumnya.

Sekarang, waktunya menyusun resolusi bisnis.

Kumpulkan hasil evaluasi dalam 1 dokumen yang mudah dipahami. Analisis hasil evaluasi tersebut bersama konsultan bisnis Anda.

Jika Anda belum punya konsultan pribadi, sebaiknya gunakan jasa konsultasi manajemen perusahaan. Siapa? Dimana menemuinya?

Banyaaaakkk. Tapi yang paling saya rekomendasikan adalah Inspire, Professional Management Consultant terbaik yang pernah saya gunakan jasanya.

Banyak sekali permasalahan bisnis yang saya konsultasikan bersama Inspire. Mulai dari konsultasi strategi marketing, recruitment service, hingga legal service.

Nah, setelah menemukan konsultan bisnis yang tepat, kini waktunya membahas resolusi bisnis. Mulailah mendaftar beberapa resolusi bisnis yang ingin Anda capai di tahun mendatang.

Misalnya, dengan berfokus pada beberapa poin resolusi berikut:

1. Strategi Produksi

Poin resolusi pertama yang perlu Anda tetapkan yaitu berkaitan dengan produksi. Berdasarkan hasil evaluasi keuangan beserta evaluasi kuantitas dan kualitas produk, kini tetapkan resolusi produksi untuk bisnis Anda ke depan.

Tetapkan jumlah produk yang ingin Anda produksi beserta strategi untuk memproduksinya.

Mulai dari penentuan pemasok bahan baku, alat-alat yang digunakan, serta strategi distribusi.

Berkaitan dengan alat-alat produksi, sebaiknya up-grade teknologi produksi di perusahaan Anda, mulai dari hardware maupun software yang digunakan.

Pilih teknologi terbaik yang mampu diaktivasi secara terintegrasi, sehingga lebih efektif dan efisien.

Maksudnya ‘terintegrasi’ yang gimana ya?

Contohnya begini. Mungkin di perusahaan Anda masih menggunakan form presensi secara manual menggunakan kertas. Tentu hal ini adalah pemborosan dan rawan terjadinya kecurangan.

Ganti cara konvensional tersebut dan beralih pada mesin absensi biometrik.

Saya hargai jika perusahaan Anda sudah menggunakan mesin absensi berkualitas. Tapi, apakah mesin absensi perusahaan Anda sudah terintegrasi dengan software khusus? Misalnya, terintegrasi dengan software penggajian karyawan?

Hmm.. belum KEREN kalau mesin absensinya belum multi-fungsi.

Yang KEREN itu menggunakan mesin absensi InterActive Fingerprint dan didukung software penggajian InterActive Payrollite.

 

Jadi, mesin absensinya itu bisa langsung mengelola penggajian karyawan berdasarkan kehadiran. Praktis kan?

Makanya, tahun baru, mesin absensinya juga harus baru!

Lanjut ke strategi kedua.

2. Strategi Marketing

Poin resolusi bisnis selanjutnya berkaitan dengan marketing. Setelah mengevaluasi hasil penjualan, kini waktunya menetapkan target penjualan terbaru di tahun baru.

Ingat, jangan hanya berfokus pada tingginya angka penjualan. Miliki juga strategi jitu untuk mewujudkannya.

Apa strateginya?

Strategi marketing tentunya. Siapkan strategi paling lengkap, mulai dari marketing offline maupun online.

Bingung menentukan strategi marketing? Baca kembali artikel kami sebelumnya:  Strategi Pemasaran yang Terbukti Mampu Meningkatkan Penjualan Hingga 200% dalam Waktu Seminggu

3. Strategi Branding

Yang ketiga, tentukan resolusi bisnis untuk target kualitas brand Anda kedepan. Untuk menentukan hal ini, fokuslah pada hasil evaluasi kompetitor dan kepuasan pelanggan.

Ketahui kekuatan produk Anda yang paling dikenali oleh pelanggan dan membedakannya dengan produk sejenis lainnya dari kompetitor Anda.

Hal ini akan memudahkan Anda menyusun strategi branding terbaru untuk bisnis Anda.

Jika Anda ingin mempelajari strategi branding lebih dalam lagi, baca kembali artikel kami sebelumnya: 10 Cara Praktis Meningkatkan Kualitas Brand Agar Cepat Populer

Namun, jika Anda membutuhkan jasa branding profesional untuk perusahaan Anda, hubungi InDeo (InterActive Design Studio).

Saya pernah menggunakan jasa InDeo untuk mendesain logo, membuat visual grafis, video marketing, hingga website company profile dan eccommerce. Pelayanannya sangat baik dan hasilnya sangat memuaskan.

4. SDM Building

Poin keempat, tentukan resolusi bisnis untuk pengembangan SDM di perusahaan Anda.

Caranya? Fokus pada hasil evaluasi SDM yang telah Anda lakukan sebelumnya.

Jika Anda bingung menentukan strategi SDM building yang tepat, konsultasikan pada pakar majaemen bisnis seperti Inspire.

5. Strategi Public Relation

Yang kelima, tentukan resolusi bisnis untuk semua stakeholder bisnis Anda.

Siapa saja? Semuanyaaa. Mulai dari pelanggan, masyarakat di sekitar lingkungan perusahaan, masyarakat umum, hingga pemerintahan.

Salah satu contoh resolusinya: Tingkat kepuasan pelanggan meningkat.

Setelah resolusi dibuat, jangan lupa juga menyiapkan strategi untuk mencapainya. Jika ingin tingkat kepuasan pelanggan meningkat, bagaimana caranya?

Tingkatkan kualitas produk dan layanan, sering mengadakan program promo, serta aktif memperbarui konten website dan media sosial.

 

Demikian tips step by step menyusun resolusi bisnis untuk meningkatkan target penjualan di tahun baru. Semoga bermanfaat dan selamat menyambut tahun baru. Semoga kesuksesan selalu menyertai usaha Anda.

No Comments Yet
About Us

Intermezzo is online magazine for smart entrepreneurs and start-ups. We are committed with two ideas. First, as entrepreneurs and start-ups within Indonesia will be the bridge that will link the entrepreneurial community in our region together. Second, the start-up boom that began in Surabaya and which spread to around Indonesia will tell this exciting and unfolding story in our region. We are active across digital and social media.

%d bloggers like this: