Waspada! Inilah Tanda-Tanda Usaha Anda Mengalami Kerugian

Kali ini Intermezzo akan membahas tanda-tanda dimana suatu usaha sedang mengalami kerugian. Agar kita dapat mendiagnosis seberapa rentan usaha kita memiliki resiko mengalami kebangkrutan.

Sehingga, kita pun bisa meminimalisir kerugian tersebut dan melakukan upaya sedini mungkin agar usaha yang kita jalankan tidak sampai bangkrut apalagi gulung tikar.

Sambil membaca artikel berikut, coba analisis apakah tanda-tanda ini sedang menimpa usaha Anda atau tidak.

1. Anda Tidak Yakin akan Bisnis Sendiri

tidak yakin

Tanda yang pertama adalah saat Anda sering meragukan bisnis Anda sendiri. Anda menjadi sering pesimis, tidak percaya dengan masa depan bisnis Anda, dan tidak ada semangat lagi untuk mengembangkannya lebih besar lagi.

Waspadalah jika saat ini Anda sering meragukan bisnis Anda! Sebab, perasaan rendah diri terhadap bisnis yang Anda bangun akan menimbulkan rasa frustasi, malas, dan tidak semangat lagi untuk memajukan usaha Anda.

Akibatnya, usaha Anda tidak mengalami kemajuan signifikan, dan hasilnya standar-standar saja. Lama-kelamaan, bukan hal tidak mungkin jika usaha tersebut mengalami kerugian dan kebangkrutan.

Jika saat ini Anda mulai meragukan bisnis Anda sendiri, coba alihkan fokus Anda. Pesimis sekilas boleh saja. Tapi jangan sampai berlarut-larut dalam rasa pesimis dan kehilangan semangat.

Alihkan fokus Anda! Jangan sampai tenggelam dalam ketakutan dan rasa pesimis yang menggumpal. Mulai sekarang, tatalah mindset untuk lebih optimis dan mulai bangun strategi baru untuk mengembangkan bisnis Anda.

2. Banyak Karyawan yang Mengundurkan Diri

karyawan resign

Tanda yang kedua adalah banyaknya karyawan yang mengundurkan diri dari usaha Anda. Apakah dalam waktu belakangan ini banyak karyawan Anda yang mengundurkan diri? Satu per satu karyawan mulai menunjukkan perilaku tidak semangat bekerja dan akhirnya mereka mengundurkan diri dari pekerjaannya?

Waspadalah! Itu artinya bisnis Anda mengalami turnover. Apabila tingkat turnover karyawan Anda bertambah drastis, itu tandanya bisnis Anda mulai merugi.

Jika sekarang masalah ini menimpa Anda, segera lakukan rapat internal dengan karyawan Anda. Coba gali pendapat dan masukan dari setiap karyawan, dan pertimbangkan baik-baik masukan yang mereka sampaikan.

Jangan sampai Anda terlalu mengekang pekerja dengan berbagai aturan, sampai-sampai lupa bahwa mereka mulai menunjukkan tanda-tanda tidak nyaman bekerja.

Ingat: karyawan adalah salah satu aset penting dalam usaha Anda. Jika Anda berkali-kali mengalami pergantian pekerja, tentu akan berimbas buruk terhadap performa usaha Anda.

Baca Juga: 10 Cara Mudah Meningkatkan Kedisiplinan Karyawan

3. Arus Kas Tidak Stabil

cashflow

Arus kas (cashflow) merupakan salah satu indikator kesehatan finansial suatu bisnis. Laporan laba-rugi mungkin menunjukkan bahwa bisnis Anda baik-baik saja. Namun, jika Anda kesulitan membayar tagihan tepat waktu atau Anda terlalu banyak memiliki inventaris yang tidak terpakai, itu tandanya arus kas Anda kurang stabil. 

Arus kas yang tidak stabil ini juga menjadi salah satu tanda usaha mengalami kerugian. Untuk itu, mulai sekarang Anda harus mempertimbangkan pengelolaan arus kas secara efektif, agar Anda terhindar dari kebocoran dana atau masalah finansial lainnya.

Saatnya Anda miliki laporan arus kas yang rapi, agar Anda bisa memantau keuangan usaha Anda secara lebih efektif. Akan lebih baik jika Anda menggunakan software akuntansi praktis yang bisa membantu Anda membuat laporan arus kas secara otomatis.

Kalau bisa Anda juga memilih software berbasis Cloud System, sehingga Anda bisa mengakses laporan keuangan usaha Anda secara online, kapan pun dan dimana pun. Kami sangat merekomendasikan Anda untuk menggunakan software akuntansi InterActive MyAccounting. Software ini bisa membantu Anda mengelola keuangan secara detail, lengkap, dan tentunya dapat diakses secara online. Untuk mempelajari lebih lanjut, silahkan klik disini.

4. Tidak Membangun Relasi dengan Pelanggan

customer relationship management

Poin keempat yang menjadi tanda usaha mengalami kerugian adalah buruknya komunikasi Anda dengan pelanggan. Dalam sebulan, berapa kali Anda biasanya berkomunikasi dengan pelanggan? 1-2 kali, atau justru tidak pernah sama sekali?

Wah, jangan sampai dalam sebulan Anda tidak berkomunikasi sekali pun dengan pelanggan! Komunikasi yang tidak dilakukan rutin akan menciptakan kecanggungan. Bahkan, bisa-bisa pelanggan Anda lupa dengan Anda. Sehingga kesempatan repeat order pun hilang.

Pastikan Anda melakukan komunikasi secara rutin dengan semua pelanggan Anda. Ingat: komunikasi dengan pelanggan itu sangatlah penting. Tidak hanya untuk mendapatkan feedback dari mereka, tapi juga untuk menjaga loyalitas dan meningkatkan eksistensi bisnis Anda.

Jika Anda cenderung cuek dan bahkan tidak berkomunikasi selama lebih dari sebulan, bisa-bisa pelanggan akan melupakan produk atau jasa Anda. Mereka akan berpikir bahwa bisnis Anda sudah tidak ada lagi. Nah, Anda sendiri kan yang rugi?

Untuk menjaga komunikasi dengan pelanggan, Anda tidak harus bertemu atau menelponnya secara rutin. Anda bisa memanfaatkan berbagai media sosial untuk  memposting konten positif disana. Dengan begitu, pelanggan setia Anda bisa mengetahui perkembangan bisnis Anda secara berkala.

Baca Juga: 10 Permasalahan UMKM dan Cara Mudah untuk Mengatasinya

Nah, sekarang Anda sudah paham kan apa saja tanda-tanda suatu usaha mengalami kerugian? Semoga usaha Anda terhindar dari tanda-tanda di atas. Tapi, jika sebagian besar tanda kerugian di atas Anda alami, ada 2 pilihan yang bisa Anda lakukan: tetap bertahan atau ganti bisnis baru!

Jika memang masih ingin mempertahankan bisnis, susunlah strategi-strategi baru untuk mengembangakan usaha Anda. Namun, jika Anda sudah sangat pesimis, mungkin Anda bisa memikirkan bidang usaha lain yang lebih potensial.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.