Menetapkan Target Bisnis di Tahun Depan dengan SMART Goals

Saat ini kita sudah ada di penghujung tahun 2022, bulan Desember akan kita lewati dan segera menuju ke tahun 2023. Sebagai pemilik bisnis, apakah Anda sudah menyiapkan target bisnis di tahun depan?

Wall Street Journal dan IMF memprediksi akan terjadi resesi global di tahun 2023. Hampir semua negara di dunia akan terkena dampaknya, termasuk Indonesia. Tapi jangan takut, justru hal tersebut bisa kita jadikan sebagai peluang bisnis. Pertama-tama, rumuskan target bisnis yang akan dicapai.

Sebelum merumuskan target bisnis, ketahui 3 hal penting berikut:

  1. Pahami indikator yang tepat untuk dijadikan sebagai tolak ukur. Bukan sembarang elemen dapat kita jadikan target kedepannya.
  2. Berkomunikasi dengan orang yang tepat agar target tersebut bisa dipahami dan diimplementasikan sesuai dengan rencana.
  3. Tetapkan target yang masuk akal dengan melihat kondisi dan sumber daya yang dimiliki. Jangan sampai terlalu memaksa malah terjadi hasil yang sebaliknya.

Salah satu metode yang kerap digunakan dalam membuat target bisnis adalah SMART Goals. Metode ini digagaskan pertama kali oleh George T. Doran pada tahun 1981. Doran memperhatikan bahwa banyak target bisnis yang terlalu menyebar sehingga kurang menimbulkan dampak yang berarti.

Dengan SMART Goals, Anda lebih mudah dalam menetapkan target apa yang akan dicapai, bagaimana caranya, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan.

Berikut ini penjelasan setiap elemen dalam SMART Goals:

SMART Goals

1. Specific

Komponen SMART yang pertama adalah Specific. Menetapkan target atau rencana bisnis sebaiknya yang spesifik, jelas, atau tidak membingungkan. Daripada menentukan target yang terlalu luas, cobalah tetapkan satu kriteria misalnya peningkatan sales atau penjualan.

2. Measurable

Berikutnya adalah Measurable atau dapat diukur. Target yang terukur bisa berupa indikator atau KPI (key performance indicator) yang dapat dimanfaatkan sebagai data analisis untuk langkah selanjutnya. Biasanya menggunakan angka atau data kuantitatif sebagai tolak ukur. Sebagai contoh, di bulan Januari target penjualan diharapkan mengalami peningkatan sebesar 20% dari bulan sebelumnya.

3. Achievable

Komponen yang ketiga yaitu Achievable, yang artinya bisa atau masuk akal untuk bisa tercapai. Caranya bisa dengan menganalisa dari histori data sebelumnya, atau melakukan benchmarking dengan pasar yang sejenis. Masalah yang dianalisa biasanya berkaitan dengan besarnya sumber daya yang dimiliki dan kapabilitas masing-masing perusahaan/ bisnis itu sendiri.

Jika menggunakan kenaikkan penjualan sebagai target, coba lakukan beberapa analisa yang punya korelasi dengan penjualan. Misalnya berapa dana yang tersedia untuk promosi, cukupkah tenaga kerja bagian sales/ marketing, atau bagaimanakah kondisi pasar saat ini.

4. Relevant

Arti relevant dalam komponen SMART Goals adalah menentukan target yang realistis dengan bisnis Anda. Memastikan target yang relevan berguna untuk efisiensi dalam menyelesaikan tujuan yang memang dibutuhkan bagi kemajuan bisnis di masa depan. Tidak membuang-buang waktu untuk tujuan yang sebenarnya tidak relevan.

Contohnya target untuk meningkatkan penjualan, apakah hal tersebut masih relevan dalam bisnis? Tentu saja jawabannya iya, karena penjualan adalah faktor terpenting dalam bisnis. Apabila penjualan stabil bahkan mengalami kenaikkan, maka sebuah bisnis bisa dikatakan berjalan dengan baik.

5. Time Bound

Terakhir, komponen yang tak kalah penting yaitu Time Bound atau tenggat waktu. Tetapkan rentang waktu yang kira-kira dibutuhkan untuk merealisasikan target bisnis tersebut. Dengan adanya tenggat waktu, Anda dapat termotivasi dan fokus bekerja untuk mencapai target. Misalnya dalam waktu 3 bulan, jumlah penjualan ditargetkan dapat meningkat sebesar 25%.

Baca Juga: Cara Mencegah Kriminalitas di Perumahan dengan Barrier Gate

Contoh Target Bisnis dengan SMART Goals

1. Restoran

restaurant
sumber gambar: Unsplash.com/BimoLuki

Pemilik restoran merekrut manajer HRD baru, dan ingin mengurangi rasio turnover karyawan sebesar 50% dengan tujuan efisiensi biaya pelatihan dan biaya rekrutmen.

Specific: Target yang ditetapkan adalah rasio turnover karyawan.

Measurable: Angka yang harus dicapai adalah 50%. Dari yang biasanya tiap bulan merekrut 4 karyawan baru, diharapkan berkurang menjadi hanya 2 karyawan baru.

Achievable: Manajer HRD yang baru akan merancang program pelatihan dan menambah insentif (bonus) kepada karyawan dengan harapan kesejahteraan bertambah.

Relevant: Jika turnover karyawan turun dan bahkan performa meningkat, akan berdampak pada kepuasan pelanggan akan pelayanan restoran. Tidak hanya itu, biaya dan waktu yang dibutuhkan untuk rekrutmen juga akan berkurang.

Time Bound: Tenggat waktu yang ditetapkan adalah 6 bulan

2. Laundry

Seorang pemilik bisnis laundry dengan sistem langganan per bulan, ingin menargetkan kenaikkan jumlah pelanggan/ subscriber sebesar 30%. Tim marketing ditugaskan untuk mencapai target tersebut dan mereka menggunakan SMART Goals.

Specific: Target bisnisnya adalah peningkatan jumlah customer yang berlangganan jasa laundry.

Measurable: Menaikkan jumlah pelanggan sebesar 30%.

Achievable: Dengan mengadakan berbagai macam promosi dan program referral,  juga melakukan riset tentang permintaan pasar, target tersebut kemungkinan besar bisa terealisasikan.

Relevant: Semakin banyak jumlah pelanggan, maka semakin banyak pula omzet penjualan yang masuk. Akibatnya punya tambahan dana untuk dialokasikan lagi ke biaya pemasaran.

Time Bound: Tenggat waktu yang ditetapkan adalah 3 bulan

Baca Juga: Ternyata Ada 2 Cara Mudah Cek Settement QRIS, Baca Disini

Demikian pembahasan tentang merumuskan target bisnis dengan metode SMART Goals. Apapun bisnis Anda, cobalah menggunakan metode ini agar target yang ingin dicapai bisa lebih terukur dan spesifik.

Semoga makin sukses di tahun depan!

Andrew Santoso

Digital Marketing at InterActive.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.