Tips Sukses Berbisnis dari 10 Pebisnis Top Dunia

Bill Gates, Steve Jobs, dan Mark Zuckerberg adalah beberapa nama pebisnis top dunia yang mengawali bisnisnya dari nol. Namun, siapa sangka dari titik “nol” itulah mereka bertiga mampu mencapai kesuksesan bisnisnya hingga level dunia.

Kita pasti sering bertanya, apa ya rahasia kesuksesan para pebisnis top dunia tersebut? Apa saja kiat-kiat bisnis yang mereka lakukan sehingga sukses menguasai pasar internasional?

Kali ini Intermezzo akan mengajak Anda belajar berbisnis dari 10 pebisnis top dunia.

Siapa sajakah mereka?

Tiga diantaranya adalah nama-nama pebisnis yang telah disebutkan sebelumnya. Ada Bill Gates, Steve Jobs, dan Mark Zuckerberg.

Supaya tidak penasaran, langsung simak tipsnya berikut ini.

1. Bill Gates : Gunakan Teknologi

Bill Gates adalah salah satu pengembang Microsoft sejak tahun 1975 hingga sekarang. Siapa yang menyangka jika Bill Gates menjadi orang terkaya di dunia versi majalah Forbes.

Bahkan, Bill Gates tidak menyelesaikan kuliahnya di Universitas Harvard dan lebih memilih untuk mengembangkan Microsoft.

Perlahan namun pasti, akhirnya Microsoft menjadi perusahaan software yang sukses dan terkenal di seluruh dunia.

Nah, pertanyaannya sekarang: bagaimana rahasia kesuksesan Bill Gates dalam membangun Microsoft?

Tentu banyak sekali langkah yang telah dilakukan Bill Gates.

Namun, 3 hal penting yang dapat kita pelajari dari cara bisnis Bill Gates adalah memperkuat visi, mengutamakan teknologi, serta kecepatan eksekusi.

Dimulai dari visi, Bill Gates telah memprediksi bahwa di masa depan akan ada banyak orang yang menjadi pelaku bisnis.

Inilah yang membuat Bill Gates menciptakan produk-produk yang lebih unggul dibandingkan produk pesaingnya.

Sehingga, Bill Gates selalu merencanakan tujuan-tujuan yang ingin dicapainya.

Dalam menjalankan bisnisnya, Bill Gates juga mengutamakan penggunaan teknologi.

Semakin lama teknologi semakin berkembang di dunia, sehingga Bill Gates selalu menyarankan agar generasi muda tidak malas untuk mempelajari teknologi.

Khususnya dalam penggunaan internet dalam bisnis. Bahkan, Bill Gates mengatakan, if your business is not on the internet, then your business will be out of business.

Tips bisnis dari Bill Gates selanjutnya adalah memperhatikan kecepatan eksekusi.

Artinya, segera eksekusi ide bisnis Anda.

Bill Gates tidak pernah menunda apa yang akan dilakukannya. Bill Gates berusaha untuk cepat menjalankan ide dan rencana yang telah dibuat.

Ini patut dicontoh. Karena semakin cepat sebuah ide dijalankan, maka Anda menjadi lebih cepat mengetahui hasilnya. Jika gagal, Anda bisa dengan cepat memperbaikinya.

Baca juga: Solusi Agar Tidak Gagal dalam Berbisnis

2. Steve Jobs : Utamakan Layanan Pelanggan

Dalam sebuah pembicaraan tentang bisnis, mendiang Steve Jobs masih menjadi sosok yang sering dibicarakan khalayak.

Pendiri sekaligus mantan CEO Apple Inc tersebut adalah pelopor serangkaian teknologi revolusioner yang diproduksi Apple, seperti iPhone dan iPad.

Steve Jobs dikenal sebagai sosok pemimpin yang bersikap keras dan pantang menyerah. Sikap tersebutlah yang mendorong Jobs senantiasa mengikuti kata hatinya dalam melakukan inovasi produk-produk Apple.

Selain sikap tersebut, dua hal penting lainnya yang dapat kita pelajari dari strategi bisnis Steve Jobs adalah sikapnya yang mengutamakan konsumen dan menjadikan kompetitor sebagai rekan bisnis.

Steve Jobs pernah berkata bahwa konsumen bukan sekedar angka.

Hubungan akan terjalin dengan baik, ketika pebisnis bisa memperlakukan konsumen lebih dari sekedar pemberi keuntungan bagi bisnis, tapi menjadi rekan, relasi atau bahkan keluarga untuk bisnis tersebut.

Tak heran, di bawah kepemimpinan Jobs, Apple dikenal sebagai perusahaan yang mengutaakan layanan konsumen.

Bagi Jobs, ketika pengusaha mampu membantu konsumen, mereka akan lebih mudah memenangkan hati konsumennya.

Strategi bisnis selanjutnya yang dapat kita pelajari dari Jobs yaitu menjadikan kompetitor sebagai rekan bisnis.

Seperti kita tahu, Bill Gates adalah rival terbesar Steve Jobs dalam menjalankan bisnis di bidang IT. Namun, Jobs justru menggandeng Bill Gates sebagai rekan bisnisnya untuk mewujudkan proyek pembuatan komputer personal Apple.

Hasilnya luar biasa. Kolaborasi antara Jobs dan Gates mampu menciptakan komputer yang mengagumkan.

 

3. Mark Zuckerberg : Fokus Kepentingan Sosial

Mark Zuckerberg saat ini menjadi orang termuda dalam daftar orang terkaya di dunia. Di usia 32 tahun dia sudah bersanding dengan milyarder lain seperti Bill Gates, Warrent Buffet, dan raja-raja Arab sekalipun.

Tentu saja kita ingin tahu rahasia kekayaan CEO Facebook tersebut dalam membangun kerajaan bisnisnya.

Kebiasaan sederhana yang selalu diajarkan Mark Zuckerberg adalah sikap dermawan dan fokus bisnis untuk tujuan sosial.

Seperti pengalaman Mark semasa menciptakan Facebook dulu. Di usia 19 tahun, ia hanya ingin membantu memudahkan khalayak dalam berkomunikasi.

Akhirnya, melalui keahliannya dalam bidang programming, Mark sukses menciptakan jejaring sosial Facebook untuk digunakan komunikasi antar-mahasiswa di kampusnya.

Perlahan namun pasti, manfaat Facebook mulai dirasakan banyak orang. Sehingga Mark pun semakin bekerja keras untuk mengembangkan Facebook agar dapat digunakan oleh semua orang.

Dari pengalaman Mark membangun Facebook tersebut, kita dapat belajar pentingnya mengutamakan kebermanfaatan sosial.

Tujuan utama kita membangun bisnis sebaiknya dimulai dari keinginan berkontribusi bagi kehidupan sosial, bukan memperkaya diri sendiri.

Itulah mengapa hingga saat ini Mark dikenal sebagai sosok pebisnis yang selalu tampil sederhana dan bersahaja.

Mark pernah tinggal di rumah sewaan yang tidak terlalu besar di dekat kantor pusat Facebook. Penampilannya pun biasa-biasa saja.

Padahal, jumlah kekayaan Mark mencapai USD 33,1 miliar.

Mark juga dikenal sebagai sosok yang dermawan. Dia aktif mengikuti program Giving my Pledge yang menyarankan orang-orang kaya menyumbangkan sebagian besar hartanya kepada masyarakat miskin

4. Jack Ma : Miliki Nama yang Unik

Founder Alibaba, Jack Ma, adalah seorang yang fenomenal. Sosoknya yang karismatik sekaligus eksentrik, membuatnya menjadi panutan bagi banyak orang.

Perjalanan kewirausahaannya dari menjadi guru bahasa Inggris hingga membuat Alibaba sukses, juga menjadikannya seorang entrepreneur yang sangat disegani.

Salah saatu pelajaran bisnis yang dapat kita ambil dari Jack Ma yaitu semangat belajarnya yang tinggi. Jack Ma selalu mengambil inspirasi dari banyak hal dan memikirkan nama bisnis yang  unik agar mudah diingat khalayak.

Jack Ma menceritakan bagaimana dirinya belajar banyak hal dari film. Ia mengatakan telah belajar berpidato dari film Bodyguard.

Pada film tersebut Whitney Houston bernyanyi dari hati dan menjadi dirinya sendiri. Itulah yang diterapkan Jack pada pidato-pidatonya.

Begitu pula dalam memilih nama yang unik untuk bisnisnya.

Jack Ma menamai perusahaan internetnya dengan sebutan “Alibaba” bukan tanpa alasan.

Suatu hari ketika ia berada di sebuah kedai kopi di San Fransisco dan mulai mendapatkan ide nama Alibaba, ia bertanya kepada pramusaji.

“Apakah kamu tahu tentang Alibaba?”

Pramusaji menjawab, “Ya.”

Jack Ma kembali bertanya, “Apa yang kamu ketahui tentang Alibaba?”

“Alibaba dan 40 pencuri”, jawabnya.

Sontak Jack Ma berkata, “Ya, ini namanya!”

Jack Ma kemudian bertanya kepada beberapa orang tentang Alibaba, dan semua orang tahu tentang itu.

Ia mengambil nama Alibaba karena nama itu banyak diketahui orang, mudah diingat, dan mencerminkan sosok entrepreneur yang baik hati, cerdas, dan membantu orang-orang tidak mampu.

5. Mark Cuban : Jangan Mengambil Langkah Emosional

Mark Cuban, owner of the NBA Dallas Mavericks, speaks during the Wall Street Journal Digital Live ( WSJDLive ) conference at the Montage hotel in Laguna Beach, California October 20, 2015. REUTERS/Mike Blake – RTS5D4B

Mark Cuban adalah pemilik NBA’s Dallas Mavericks, Landmark Theatres, dan Magnolia Pictures, serta ketua dari HDTV kabel jaringan AXS TV.

Sepanjang karirnya, Mark Cuban telah membuat 120 portofolio investasi dari perusahaan besar seperti Landmark Theatres hingga merek pakaian Three Commas.

Dia membeberkan kunci kesuksesannya tersebut dalam bukunya yang bertajuk “How to Win at the Sport of Business” pada 2013.

Seperti dikutip dari Business Insider, salah satu langkah bisnis yang dilakukan Cuban secara  intensif yaitu mengambil keuntungan dari pasar yang riuh serta mencegah diri mengambil keputusan secara emosional.

Menurut Cuban, kita harus menghargai pentingnya menjaga sebuah bisnis dan menolak kesempatan baru ketika sedang mengalami masalah.

Alangkah baiknya jika bertahan dan tidak mengambil langkah emosional.

“Jika kamu akan menambah hal yang baru ketika bisnis utama kamu sedang sulit ketimbang menghadapi tantangan, kamu akan jatuh atau menyerah, jarang keduanya bagus untuk bisnis,” tegasnya.

Baca Juga : 10 Langkah Cerdas Mencegah Kebangkrutan dalam Bisnis

6. Peter Thiel : Penawaran Saham pada Karyawan

Salah satu pengusaha paling sukses selanjutnya adalah Peter Thiel, wakil pendiri PayPal dan sekarang menjadi seorang kapitalis ventura terkemuka.

Dia adalah orang luar pertama yang berinvestasi di Facebook dan berhasil mendirikan dana dalam asetnya senilai US$ 2 miliar.

Hal menarik yang dapat kita pelajari dari cara berbisnis Peter yaitu loyalitasnya terhadap karyawan.

Peter Thiel adalah pebisnis dunia yang berani memberikan sebuah saham di dalam perusahaan kepada karyawannya dengan menyewa posisi penuh waktu

Menurut Thiel, untuk memperkuat hubungan pribadi, cobalah untuk menghindari karyawan paruh waktu dan yang bekerja jarak jauh.

Artinya, Anda harus memastikan setiap karyawan telah memiliki saham di perusahaan Anda dan mempekerjakan orang-orang yang bersedia untuk berkomitmen memajukan perusahaan.

Bagi Thiel, karyawan paruh waktu yang terampil hanya akan setia kepada dirinya sendiri sebelum mereka setia kepada perusahaan anda.

7. Marissa Ann Mayer : Pertahankan Karyawan Lama

Marissa Ann Mayer baru-baru ini menjadi sorotan publik.

Dia adalah CEO Yahoo yang dulunya pernah menjabat sebagai eksekutif dan juru bicara utama Google.

Kini, Marissa Mayer didaulat sebagai CEO termuda yang memimpin sebuah perusahaan Fortune 500.

Setahun masa kepemimpinan Marissa Mayer, kinerja bisnis Yahoo semakin cemerlang dan melakukan sejumlah akuisisi.

Sebelum melakukan akuisisi, Mayer memilih diam selama tiga bulan.

Namun, setelah tiga bulan, Mayer mengumumkan banyak akuisisi dan bahkan dua akuisisi dalam sehari.

Uniknya, sebagian besar perusahaan yang dibeli oleh Yahoo itu adalah perusahaan skala kecil.

Mayer setidaknya telah membeli 16 perusahaan yang memiliki kemampuan di bidang konten mobile, aplikasi dan layanan.

Selain itu, Mayer juga berhasil merombak budaya yang ada di perusahaan, dengan menarik kembali beberapa mantan pegawai-pegawai Yahoo yang pernah mengabdi sebelumnya.

Bahkan, Mayer dengan bangga mengumumkan bahwa 14% karyawannya adalah orang-orang yang pernah bekerja di perusahaan sebelumnya

8.  Jeff Bezos : Fokus Margin Rendah

Tips bisnis selanjutnya datang dari Jeff Bezos.

CEO retail online terbesar di dunia, Amazon.com tersebut menekankan kepada para pengusaha agar fokus mencapai margin rendah.

Bagi Bezos, margin rendah adalah salah satu rahasia kesuksesan Amazon.

Amazon sudah menghabiskan satu dekade demi membuat margin rendah menjadi suatu hal yang menguntungkan.

Bezos cukup jelas dan tegas menjelaskan mengenai dikotomi margin tinggi dan margin rendah.

Bezos mengatakan, ada dua cara untuk membangun perusahaan yang sukses.

Pertama adalah berkerja sangat-sangat-sangat keras agar bisa meyakinkan konsumen untuk membayar margin yang tinggi.

Kedua, adalah dengan berkerja sangat-sangat keras untuk menawarkan margin rendah pada para konsumen.”

Dan Bezos adalah orang yang memilih opsi kedua.

Mengapa?

Karena ia percaya, dengan menawarkan kemungkinan harga terendah, akan membuatnya bisa menarik basis konsumen yang besar.

Baca Juga: Cara Jitu Unggul dalam Persaingan Bisnis

9. Jack Dorsey : Bekerja Secara Mobile

Anda tentu sudah tahu dengan Jack Dorsey. Dia adalah founder sekaligus CEO layanan microblogging, Twitter.

Selain mengelola Twitter, Jack Dorsey juga menjadi CEO sebuah perusahaan keuangan bernama Square.

Salah satu yang dilakukan Jack Dorsey dalam mengelola dua perusahaan besar tersebut adalah dengan tidak menetap pada satu perusahaan saja ketika bekerja.

Bahkan dikabarkan, dalam menjalankan tugasnya untuk megelola kedua perusahaan besar tersebut Jack tidak memiliki meja kerja, baik di Twitter  maupun di Square.

Jack lebih memilih bekerja secara mobile dan berpindah dari satu kantor ke kantor yang lain.

Ia merasa dengan bekerja seperti ini lebih bisa mengatur waktu dan bisa melakukan pekerjaan di dua perusahaan secara efektif.

Meski begitu, ternyata kunci sukses Jack Dorsey dalam mengelola dua perusahaan sekaligus adalah kemampuan membagi jam kerja dengan baik.

Jadi ia mampu membagi kapan harus melakukan meeting di satu perusahaan dan kapan di perusahaan lain.

Untuk pembagian jam kerja ini, Jack Dorsey biasanya akan menghabiskan pagi sampai siang hari di Twitter.

Lalu, mengkhususkan waktu siang sampai malamnya di Square. Dengan pembagian jam seperti ini Jack Dorsey mampu menjalankan kedua perusahaan tersebut tanpa Saling mengganggu.

10. Michael Dell : Selalu Melibatkan Bawahan

Michael Dell adalah pendiri perusahaan komputer Dell Inc dengan penjualan tahunan mencapai $ 50 miliar dolar Amerika.

Namun, kesuksesan Dell tersebut tidak didapat secara instant.

Di tahun 2001, Dell mendapati hasil survei yang buruk tentang persepsi karyawan terhadap dirinya.

Para bawahan di Dell memandang Michael Dell  sebagai orang yang impersonal dan tidak punya kedekatan emosional.

Sehingga, banyak bawahan Dell kurang loyal kepada pemimpin perusahaan tersebut.

Di perusahaan besar lain, para bos besar mungkin cuma angkat bahu lalu cuek. Tetapi, di Dell tidak begitu. Dan inilah yang mengibarkan Dell Inc.

Tak mau orang terbaiknya melakukan eksodus, Dell mengumpulkan 20 manajer puncak. Di depan mereka, bos berusia 39 tahun ini menyampaikan kritik terhadap dirinya sendiri.

Dell mengaku terus terang bahwa ia adalah seseorang yang sangat pemalu, sehingga kadang terkesan sombong dan tidak bisa didekati.

Ia berjanji akan berupaya membangun hubungan lebih erat dengan tim manajemen.

Beberapa orang yang berada di ruang rapat itu terkejut. Memang, mereka tahu dari hasil tes kepribadian terhadap beberapa eksekutif kunci bahwa Dell termasuk sosok introvert.

Namun, Dell tak segan mengakui keadaannya.

Tidak hanya itu, Dell juga menaruh buldoser kecil dari plastik untuk mengingatkan dirinya agar tidak meluncurkan ide tanpa melibatkan orang lain, khususnya bawahannya.

Buat orang lain, cara Dell menangani semangat anak buahnya yang merosot itu mungkin cuma semacam manajemen untuk membuat semua merasa bahagia.

Tetapi, bagi orang dalam, itu adalah puncak dari rangkaian panjang yang membawa Dell Inc dari perusahaan tanpa nama menjadi pemilik merek yang perkasa.

 

Demikian tips berbisnis dari 10 pebisnis top dunia yang dapat kita jadikan pedoman. Kita dapat menerapkan beberapa tips di atas untuk memajukan bisnis dan mencapai kesuksesan finansial maupun sosial.

 

(Note: Mau tahu pembahasan lebih mendalam tentang “Rahasia Optimalkan Bisnis Secara Online Jaman Now” bisa Anda baca dalam ebook ini) >> Klik disini

No Comments Yet
About Us

Intermezzo is online magazine for smart entrepreneurs and start-ups. We are committed with two ideas. First, as entrepreneurs and start-ups within Indonesia will be the bridge that will link the entrepreneurial community in our region together. Second, the start-up boom that began in Surabaya and which spread to around Indonesia will tell this exciting and unfolding story in our region. We are active across digital and social media.

%d bloggers like this: