10 Langkah Cerdas Mencegah Kebangkrutan dalam Bisnis

Menjalankan bisnis apapun itu memang tidak semudah yang dikira. Kesuksesan juga tidak langsung datang seketika. Banyak hal yang akan menghambat jalan menuju kesuksesan sebagai cobaan dalam berbisnis.

Ketika salah dalam mengambil keputusan, Anda bisa jatuh bangkrut. Namun hal tersebut seharusnya tidak membuat Anda merasa terlalu khawatir, hal tersebut merupakan hal yang normal.

Bahkan pengusaha sukses sekelas Amancio Ortega (pendiri ZARA), Jack Ma dan Bill Gates lebih dulu mengalami kegagalan sebelum akhirnya meraih gelimang kesuksesan.

Tetapi kegagalan lantas tidak mematahkan semangat dan keyakinan mereka. Mereka segera bangun dari keterpurukan untuk membangun bisnis mereka kembali.

Baca juga: Ini Faktor yang Bisa Membuat Perusahaan Anda Kolaps

Kisah diatas bisa Anda jadikan inspirasi ketika Anda mulai membangun sebuah bisnis. Sekaligus tidak melupakan hal mendetail dalam beberapa aspek seperti aspek pemasaran, produksi, SDM, dan yang tak kalah pentingnya yakni keuangan.

Anda tidak bisa asal-asalan dalam mengambil keputusan dalam berbisnis. Karena keputusan tersebut bisa sangat berpengaruh dengan masa depan bisnis Anda.

Nah, berikut ini ada 10 langkah cerdas dalam mencegah kebangkrutan ketika Anda berbisnis yang sangat sayang jika Anda abaikan:

1. Perbanyak Membaca

Membaca merupakan langkah awal yang wajib Anda lakukan ketika akan memulai berbisnis. Anda bisa mencoba membaca buku biografi atau kisah sukses para pengusaha sukses, seperti buku dari Chairul Tanjung, Bob Sadino, dlsb.

Pelajari dengan seksama apa saja kesalahan-kesalahan dari tokoh-tokoh tersebut  yang patut Anda hindari dikemudian hari berikut solusinya.

Sehingga Anda bisa mencegah kesalahan tersebut terulang pada bisnis Anda.

2. Merancang Rencana Bisnis dengan Baik

Langkah kedua yakni dengan membuat rencana bisnis Anda dengan sebaik-baiknya, yang berarti rencana bisnis tersebut tidak asal-asalan Anda buat namun dilakukan dengan riset terlebih dahulu, dan menjalankannya sepenuh hati dan penuh komitmen.

Ketika melakukan riset dalam rencana bisnis, pahami dengan seksama semua aspek yang meliputi bahan baku produk, analisa SWOT bisnis, hingga aspek konsumen.

Baca juga: 10 Tanda Bisnis Anda Sehat dan Bersih

Riset bisnis tersebut setidaknya berisi beberapa aspek penting seperti rencana pemasaran, keuangan, tenaga kerja, produksi dan beberapa hal lainnya yang bisa Anda sesuaikan sesuai kebutuhan konsumen dan tujuan bisnis Anda.

3. Menetapkan Visi dan Misi Perusahaan 

Visi adalah gambaran kedepan perusahaan Anda dalam kurun waktu tertentu.

Sedangkan misi adalah cara-cara atau strategi-strategi yang akan diterapkan perusahaan dalam mencapai visi perusahaan.

Visi misi diibaratkan layaknya tubuh manusia. Anda tidak akan bergerak maju tanpa cita-cita dan mengetahui betul cara apa yang harus gunakan untuk mewujudkan cita-cita Anda.

Jika visi misi dan perusahaan sudah jelas maka Anda tinggal menjalankan bisnis dengan berpacuan pada visi dan misi perusahaan tersebut. Jangan lupa juga untuk tetap berkomitmen dalam menjalankannya.

10 Langkah Cerdas Mencegah Kebangkrutan dalam Bisnis
image/floridagunsupply.com

4. Tetap Fokus

Dalam menjalankan sebuah bisnis, sudah selayaknya Anda harus fokus sesuai tujuan. Jangan sampai konsentrasi Anda terbelah karena urusan lain yang sekiranya jauh tidak berhubungan dengan bisnis.

Baca juga: 6 Kesalahan dalam Berbisnis yang Wajib Diwaspadai

Banyak pelaku bisnis yang gagal karena tidak fokus. Tidak fokus disini seperti melakukan bisnis lain padahal diwaktu bersamaan bisnis awal yang tadi masih belum stabil dan berkembang. Hal ini dapat mempengaruhi bisnis Anda.

Pada akhirnya jika Anda bisa menjaga fokus berbisnis, maka Anda sudah berhasil mencegah ancaman kebangkrutan dalam berbisnis.

5. Lakukan Evaluasi 

Langkah selanjutnya yakni dengan melakukan evaluasi terhadap segala aspek yang belum menunjukkan peningkatan atau belum berjalan sesuai dengan target.

Dengan melakukan evaluasi tersebut, secara langsung Anda akan tahu permasalahan yang ada dilapangan.

Dalam evaluasi ini juga menuntut Anda untuk tidak melakukan kesalahan dalam mengambil solusi terbaik untuk perusahaan.

Karena jika sampai salah mengambil keputusan, masa depan perusahaan Anda juga dalam masalah.

Jadi, lakukan dengan hati-hati berikut pertimbangan-pertimbangan dalam mengambil keputusan. Agar semua tujuan bisnis yang ingin Anda capai masih dalam jangkauan.

Tak lupa juga perbaiki secara berkala bagian tersebut dan tetap berfokus pada aspek lainnya.

Misalnya target penjualan Anda belum tercapai maka teliti dengan seksama bagian mana yang menyebabkan penjualan Anda kurang.

6. Siap secara Mental

Sebagai seorang pebisnis Anda harus memiliki mental baja. Tidak mudah menyerah pada persoalan dalam bisnis seperti kesulitan modal, target penjualan yang belum tercapai, dlsb.

Layaknya pebisnis yang cerdas, ubahlah masalah tersebut menjadi tantangan tersendiri atau bahkan menjadi motivasi Anda untuk dapat menyelesaikannya dengan lebih bijak.

7. Bangun Relasi

Menjalin relasi merupakan suatu hal yang sangat baik, baik itu relasi dengan konsumen, karyawan, atau bahkan rekan bisnis.

Dengan adanya relasi ini akan terjalin sebuah kedekatan satu sama lain, sehingga ketika ada masukan maupun masalah dapat diselesaikan dengan baik.

Baca juga: Anda Terpaksa Menaikkan Harga Produk? Jaga Pelanggan Anda Dengan Hal-hal Ini

Ketika menjalin relasi ini, akan menunjukkan upaya Anda menekan ego dalam berbisnis. Sehingga kedepannya tidak ada pihak yang merasa dirugikan, baik itu konsumen, karyawan, maupun rekan bisnis.

Kedepannya ketika relasi tersebut sudah berjalan dengan baik, citra dan kerpercayaan dari orang lain pun juga akan meningkat.

Hal itu juga akan semakin meningkatkan peluang kesuksesan bisnis Anda kedepannya.

8. Siapkan Alternatif

Kemungkinan terburuk dalam bisnis pastinya akan selalu ada. Mulai dari turunnya omzet penjualan hingga ancaman gulung tikar.

Maka dari itu segeralah siapkan alternatif solusi apabila hal-hal buruk tersebut  terjadi.

Buatlah alternatif tadi berdasarkan riset pasar seperti riset alternatif bahan baku produk termurah, riset konsumen, dan lain sebagainya yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda.

Berdasarkan riset tersebut Anda bisa melihat beberapa alternatif, seperti portofolio produk baru atau bahkan membuka bisnis baru.

Sehingga ketika salah satu bisnis Anda terpuruk, Anda bisa dengan segera mendapatkan ide segar dari riset bisnis yang Anda bangun.

9. Bekerja Keras

Tentu saja dalam menjalankan bisnis tanpa kerja keras, hasilnya tidak akan memuaskan. Luangkan semua kemampuan terbaik Anda pada bisnis.

Baca juga: Ingin Tahu Bagaimana Cara Membuat Pelanggan Anda Lebih Bahagia?

Bekerja sepenuh hati merupakan bentuk ikhtiar terbaik dalam menjalankan bisnis. Buang jauh-jauh keluhan atas apa yang menjadi konsekuensi dari keputusan Anda.

10. Inovasi 

Perlu Anda ketahui bahwa life cycle product mengalami empat tahapan yakni introduction (perkenalan), growth (pertumbuhan), maturity (kedewasaan), & decline (penurunan).

Produk yang sudah berada pada masa decline (penurunan) sebaiknya Anda mulai beri sentuhan inovasi di dalamnya.

Decline merupakan tahapan paling berbahaya dalam sebuah siklus produk. Decline ditAndai dengan menurunnya penjualan, dan menurunya brand image suatu produk. Solusinya adalah dengan melakukan rebranding.

Rebranding merupakan strategi pemasaran perusahaan untuk membuat sebuah nama baru, tagline, simbol, dan desain yang diciptakan untuk merek atau produk yang sudah terkenal atau sedang mengalami penurunan dengan tujuan pengembangan, memberikan sebuah pembaharuan di benak konsumen, investor, dan pesaing.

Dengan rebranding maka akan menumbuhkan semangat baru didalamnya sekaligus tAnda bahwa suatu produk atau perusahaan mengikuti perkembangan jaman.

Nah, itu tadi langkah-langkah cerdas yang dapat Anda gunakan untuk menghindari kebangkrutan. Sekarang bagaimana dengan Anda? Jangan lupa share ya 🙂

5 Comments
About Us

Intermezzo is online magazine for smart entrepreneurs and start-ups. We are committed with two ideas. First, as entrepreneurs and start-ups within Indonesia will be the bridge that will link the entrepreneurial community in our region together. Second, the start-up boom that began in Surabaya and which spread to around Indonesia will tell this exciting and unfolding story in our region. We are active across digital and social media.

%d bloggers like this: