6 Faktor yang Bisa Membuat Perusahaan Anda Kolaps

Faktor yang Bisa Membuat Perusahaan Kolaps
sumber gambar: flickr.com

Dalam menjalankan bisnis, kolaps atau kebangkrutan menjadi momok yang menakutkan. Tidak sedikit perusahaan yang baru berjalan beberapa tahun tiba-tiba mengalami kolaps. Dilansir dari explodingtopics, secara rata-rata 10% bisnis baru akan mengalami kegagalan di tahun pertama. Sedangkan pada tahun kedua hingga kelima, 70% bisnis akan gagal.

Tentu saja Anda sebagai pelaku usaha tidak ingin mengalami kolaps apalagi di awal-awal tahun merintis bisnis. Untuk mencegah hal ini, Anda harus tahu 6 faktor yang bisa membuat suatu perusahaan menjadi kolaps, mari kita simak bersama:

 1. Tidak Memprioritaskan Konsumen

Tidak mampu memenuhi kebutuhan konsumen merupakan salah satu faktor yang bila diabaikan bisa berakibat fatal. Sebagai sebuah perusahaan, tujuan yang harus dicapai selain tentunya mendapatkan keuntungan adalah memberikan prioritas utama kepada konsumen.

Memberikan prioritas ke konsumen misalnya dengan cara mengetahui kebutuhannya, melayani sebaik-baiknya, mendengarkan saran dan kritikan. Dan jangan lupa untuk tetap menjaga kualitas produk atau jasa agar pelanggan tetap puas dan loyal.

Apabila Anda tidak memberikan prioritas ke konsumen, mungkin saja pelanggan Anda akan mempertimbangkan untuk beralih pesaing. Tentu hal ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para pesaing Anda.

2. Terlalu Fokus Pengembangan Produk

Fokus terhadap pengembangan produk bukanlah hal yang buruk, malahan harus dipertahankan para pelaku bisnis. Namun bagaimana jika Anda terlalu fokus terhadap hal tersebut? Ketika terlalu fokus untuk mengembangkan produk, Anda bisa saja melewatkan banyak hal yang lebih penting. Anda tidak akan tahu apabila ada karyawan yang bermasalah, adanya kecurangan dalam operasional, dan hal lainnya yang bisa mengancam bisnis.

Ketika Anda kehilangan kontrol terhadap bisnis, lambat laun bisnis Anda akan semakin rapuh. Akhirnya tinggal menunggu waktu saja untuk mengalami kolaps jika tak segera Anda benahi. Lalu bagaimana solusinya? Mulailah dengan membuat list hal-hal mana saja yang harus diutamakan, sehingga terjadi keseimbangan antara pengembangan produk dengan elemen-elemen penting lainnya.

3. Ketakutan yang Berlebihan

Ketakutan akan mengalami kebangkrutan, kerugian, konsumen akan kecewa, atau ketidakmampuan mengatasi masalah yang terjadi, merupakan hal yang wajar. Tapi ketakutan akan menjadi ancaman ketika Anda berlebihan dalam menyikapinya. Rasa takut, sisi positifnya akan membuat Anda menjadi lebih siaga dan bersikap preventif.

Ketika takut berlebihan, Anda juga akan menjadi ragu dalam mengambil resiko dan akibatnya Anda akan membuang kesempatan yang bagus. Hal itu juga berakibat Anda akan menjadi pesimis dengan kesempatan yang akan datang. Ketika pesimis, Anda akan lebih sering mempertimbangkan resiko daripada melihat seberapa besar peluang yang ada. Padahal dalam berbisnis, peluang belum tentu akan datang kedua kalinya.

Maka dari itu, mulailah tanamkan rasa percaya diri dalam menghadapi masalah yang ada dan berani mengambil resiko demi kemajuan bisnis Anda kedepannya.

4. Tidak Melakukan Inovasi

out of business
sumber gambar: michellerafter.com

Apakah Anda pernah mendengar bagaimana Nokia, perusahaan legendaris telepon selular yang kini sudah tergerus eksistensinya karena kalah bersaing dengan kompetitor, dan bahkan dibeli oleh Microsoft? Padahal Nokia menjadi raja telepon selular pada dekade 2000-an. Mereka terlambat merespon pasar ketika Android mulai berkembang dan Iphone sudah mulai mengancam di awal tahun 2007.

Sebagai pelaku usaha, Anda tidak boleh sampai terlambat dalam melihat tren dalam dunia bisnis. Inovasi merupakan hal yang wajib dilakukan oleh setiap pebisnis. Tanpa inovasi, produk-produk yang dijual lama kelamaan akan menjadi membosankan bagi masyarakat yang menjadi target pasar Anda.

Perusahaan-perusahaan besar, mulai dari industri ritel, otomotif, hingga elektronik secara berkala melakukan riset dan berinovasi menghasilkan produk-produk baru. Produk baru dapat menjadi stimulan bagi calon konsumen baru maupun konsumen lama.

Baca Juga: 10 Tanda Bisnis yang Bersih dan Sehat

5. Kurang Riset Kompetitor

Kurang melakukan riset terhadap kompetitor akan menyebabkan Anda kalah bersaing dan tertinggal. Anda harus tetap memperhatikan langkah dan strategi yang dilakukan oleh kompetitor. Selanjutnya Anda bisa melakukan amati, tiru, dan modifikasi dengan sumber daya yang Anda miliki.

Apabila kompetitor meluncurkan berbagai produk dan strategi marketing yang ternyata sukses, Anda juga harus segera menyusun strategi baru. Agar dapat membuat perhatian konsumen beralih kepada produk Anda. Siapkan unique selling point atau keunikan yang berbeda dari produk/ jasa Anda, walaupun kategori produk/ jasa dari dijual kompetitor itu sama.

6. Harga yang Tidak Kompetitif 

Harga yang mahal kadang bisa membuat produk Anda tampak lebih bagus dan eksklusif. Apalagi jika kualitas produk Anda memang bagus dan sudah memiliki branding yang kuat. Namun, apa jadinya jika ada kompetitor baru yang mengeluarkan produk sama dengan produk Anda dan menjualnya jauh lebih murah?

Konsumen yang memiliki kocek tebal mungkin akan tetap memilih produk Anda karena harganya yang mahal menjadi kebanggaan sendiri bagi mereka. Tetapi tidak dengan masyarakat tingkat menengah. Disini kompetitor Anda akan memanfaatkannya untuk menggapai di segmen atau kalangan yang berbeda, misalnya dari kalangan bawah atau menengah.

Mungkin saja Anda tidak langsung bangkrut, namun pendapatan akan menurun secara drastis karena kalah bersaing dengan kompetitor. Solusinya, cobalah luncurkan produk baru dengan segmen yang berbeda. Jadi bisnis Anda dapat menjangkau berbagai kalangan dan bisa bersaing dengan kompetitor.

Baca Juga: 3 Cara Menarik Kembali Pelanggan yang Hilang

Setelah membaca faktor-faktor diatas, semoga wawasan Anda lebih terbuka dalam berbisnis. Tetap ikuti artikel seputar bisnis lainnya dari Intermezzo. Salam sukses!

2 Comments
  1. Here, we found that the optimum for Cre OFF ОІ3 tubulin GFP is around 3 lasix and spironolactone ratio Learn more about birth control and Low Blood Sugar can statins affect blood sugar levels your health and review some of the differing types available Review our list of habits that make individuals age quicker to find a way to identify and avoid your own untimely aging behaviors Low Blood Sugar can statins affect blood sugar levels This Presidents Day, we re taking you through an inventory of desserts you ll find a way to take pleasure in, and normal blood sugar pre meal providing you with ideas from our dietitian about tips on how to make each one healthier Learn about the impression sugar has on your cholesterol levels and thom scher diabetes Blood Sugar Levels Chart ways to handle your sugar intake

Leave a Reply

Your email address will not be published.