Strategi Pelayanan Restoran yang Baik dan Disukai Pelanggan (Part 2)

Intermezzo telah memposting artikel tentang strategi pelayanan restoran yang baik bagian pertama. Nah kali ini, kita akan melanjutkan pembahasan tersebut dengan strategi lainnya. Jika Anda belum membaca bagian pertama, silakan klik link di bawah ini.

“Strategi Pelayanan Restoran yang Baik dan Disukai Pelanggan (Part 1)”

Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, bahwa pelayanan yang baik merupakan kunci utama kesuksesan restoran Anda. Karena itu, penting bagi pemilik restoran untuk mengetahui bagaimana strategi pelayanan yang baik dan disukai pelanggan.

Pentingnya Pelayanan Restoran yang Baik

4. Strategi Penjualan

strategi penjualan

Strategi pelayanan restoran yang baik, salah satunya ditentukan oleh teknik penjualan yang baik. Dalam bisnis restoran sendiri, teknik penjualan yang paling umum dilakukan yaitu suggestive selling oleh kasir.

Suggestive Selling adalah sebuah teknik penjualan yang dilakukan oleh bagian kasir untuk menambahkan beberapa penjualan item dengan penjualan yang telah terjadi. Dalam hal ini, kasir menyarankan beberapa produk yang lebih baik dan berguna bagi pelanggan ke dalam pesanannya.

Untuk melakukan suggestive selling yang baik, Anda bisa meminta kasir Anda untuk memberikan pelayanan yang baik seperti berikut ini:

  1. Tanyakan kepada pelanggan apakah mereka menginginkan makanan pelengkap sesuai dengan pesanan atau ukuran barang yang dipesan lebih besar.
  2. Berikan saran tambahan makanan atau minuman yang sesuai pesanan dengan cara yang ramah dan tidak memaksa.
  3. Gunakan 1-2 pertanyaan sugestif saja setiap pesanan, jangan sampai lebih atau mengulanginya.
  4. Jangan lakukan suggestive selling jika pelanggan tampak terburu-buru atau sudah memesan makanan dan minuman secara lengkap.
  5. Jika pelanggan mengatakan “tidak, terima kasih,” jangan lanjutkan untuk menerapkan suggestive selling maupun up selling.

Selain 5 langkah di atas, pastikan Anda menetapkan target tertentu dalam menerapkan suggestive selling di restoran/ kafe Anda. Misalnya, Anda menargetkan untuk memberikan suggestive selling kepada 6 pelanggan dari setiap 12 pelanggan yang sedang dilayani.

Ingat: suggestive selling lebih merupakan “seni” daripada “sains”. Sehingga, lakukan dengan soft selling. Jangan terlalu agresif seperti saat melakuakn promosi penjualan secara langsung/ hard sell.

Baca Juga: Strategi Pemasaran Restoran Terbukti Tingkatkan Penjualan

5. Strategi Melayani Pesanan Reguler dan Drive-Thru

Strategi pelayanan restoran yang baik selanjutnya berkaitan dengan bagaimana cara melayani pesanan pelanggan. Baik itu pesanan reguler (dine in) atau pesanan drive-thru.

Pesanan Reguler (Dine In)

waiter

Untuk melayani pesanan pelanggan reguler (dine in), hal utama yang perlu Anda perhatikan yaitu layani pelanggan dengan ramah, cepat, dan jelas. Kami merekomendasikan beberapa hal berikut untuk menyelesaikan pesanan pelanggan reguler:

  1. Ulangi daftar pesanan ke pelanggan untuk menampilkan pesanan dan untuk akurasi pesanan agar tidak salah.
  2. Tekan tombol register yang sesuai dan dapatkan jumlah total pesanan yang ditampilkan.
  3. Ucapkan terimakasih kepada pelanggan dan ingatkan mereka tentang total jumlah pesanan.
  4. Ambil uang pembayaran atau lakukan monitoring transaksi ketika pelanggan memilih pembayaran dengan kartu kredit. Selanjutnya letakkan segera uang tersebut ke laci dengan benar.
  5. Setelah menyelesaikan transaksi, katakan “Terima kasih” kepada pelanggan dan berikan bill kepada pelanggan.
  6. Selanjutnya, kasir bisa langsung menyapa dan memanggil pelanggan berikutnya

Layanan Drive-Thru

drive thru

Jika restoran Anda melayani pesanan Drive-Thru, maka karyawan yang bertugas di Food Pick Up Window perlu memperhatikan hal berikut agar dapat memberi pelayanan yang baik untuk pelanggan:

  1. Gunakan kontak mata yang baik saat pelanggan tiba di Pick Up Window.
  2. Sambut pelanggan dengan ramah dan ingatkan jumlah total dari pesanan pelanggan.
  3. Setelah pesanan siap, langsung serahkan kepada pelanggan
  4. Segera ucapkan “terima kasih” setelah memberikan pesanan kepada pelanggan.

6. Layanan Area Dapur

chef in the kitchen

Strategi pelayanan restoran yang baik berikutnya lebih dikhususkan untuk layanan di area dapur. Disini, ada beberapa prosedur layanan yang dapat Anda terapkan agar dapat memberikan pelayanan yang baik untuk semua pelanggan. Berikut adalah beberapa diantaranya:

  1. Untuk karyawan di bagian dapur, segera siapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk memasak makanan atau minuman yang telah dipesan oleh pelanggan.
  2. Pastikan karyawan membaca daftar pesanan secara teliti, agar tidak salah menyajikan pesanan.
  3. Setelah selesai menyiapkan makanan dan minuman pesanan pelanggan, segera beritahu kasir/ pelayan yang bertugas untuk mengantar makanan kepada pelanggan.

Baca Juga: 7 Penyebab Bisnis Restoran Bangkrut dan Cara Mencegahnya

Demikian pembahasan lengkap tentang Strategi Pelayanan Restoran yang Baik dan Disukai Pelanggan bagian ke-2. Coba praktekkan berbagai strategi yang telah kami paparkan agar Anda bisa meningkatkan kepuasan pelanggan di restoran/ kafe Anda.

jangan lupa juga untuk menggunakan software InterActive MyResto untuk membantu Anda manajemen bisnis restoran secara LEBIH MUDAH dan PRAKTIS. Dengan software MyResto, Anda bisa mencatat pesanan pelanggan lebih cepat dan akurat, sehingga dipastikan pelanggan akan lebih terkesan dengan layanan di restoran Anda.

software MyResto

MyResto juga dilengkapi fitur kitchen print-out, sehingga bagian dapur bisa lebih mudah saat menerima daftar pesanan pelanggan dari kasir. Tidak perlu wira-wiri dari kasir ke dapur, karena daftar pesanan pelanggan bisa langsung tercetak otomatis melalui printer yang diletakkan di dapur.

Selain itu, MyResto juga bisa memudahkan Anda dalam menganalisa hasil penjualan restoran Anda setiap hari. Anda bisa mendapat laporan penjualan secara otomatis, serta memantau stok bahan secara real time kapan pun dan dimana pun. Klik gambar di atas untuk mempelajari lebih lanjut tentang MyResto.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.