5 Langkah Jitu untuk Presentasi Produk dengan Maksimal

Bagi Anda yang berprofesi sebagai seorang marketer, tentu tidak asing lagi dengan kegiatan presentasi produk jualan kepada klien. Presentasi ini tentu memiliki tujuan untuk lebih meyakinkan calon konsumen atau prospek untuk membeli produk yang ditawarkan.

Dari presentasi penjualan ini kesempatan untuk mendapatkan konversi juga semakin besar, dengan catatan dilakukan dengan cara yang benar. Namun presentasi penjualan produk ini tidak bisa dianggap remeh, perlu persiapan yang mulai dari teori dan praktik agar waktu, tenaga dan biaya yang keluar tidak sia-sia.

5 Langkah Jitu untuk Presentasi Produk dengan Maksimal
image/www.techrepublic.com

Terlebih jika tujuan presentasi untuk mempersuasi klien agar tertarik dengan produk yang ditawarkan, maka diperlukan langkah-langkah jitu dan efektif agar klien atau calon pembeli tidak kabur begitu saja, karena presentasi penjualan yang ala kadarnya (tidak menarik)

Berikut ini akan dijabarkan lima langkah jitu yang Anda butuhkan untuk presentasi penjualan produk agar efektif secara maksimal.

Langkah pertama: perhatian

Tujuan dari langkah pertama ini adalah memastikan semua orang di ruangan baik secara langsung maupun tatap muka maupun virtual, ikut serta aktif maupun mendengarkan dalam presentasi dan diskusi yang ada diruangan yang sama.

Biasanya ketika seseorang ditugaskan untuk memberikan pidato atau presentasi publik di lingkungan bisnis, kita sering kembali ke pelatihan dasar berbicara di publik yang mungkin telah kita dapatkan, sambil berpikir bahwa kita perlu memulai dengan sebuah lelucon atau taktik perhatian lainnya.

5 Langkah Jitu untuk Presentasi Produk dengan Maksimal
image/www.liverpool.ac.uk

Tapi dalam bisnis, kejelasan cenderung lebih penting. Itu tidak berarti Anda tidak bisa menggunakan humor dan membuat presentasi Anda menyenangkan, tapi Anda tidak perlu berlebihan dalam menggunakan humor.

Baca juga: Ingin Tahu Bagaimana Cara Membuat Pelanggan Anda Lebih Bahagia?

Terkadang dalam bisnis langkah ini sudah sering digunakan termasuk didalamnya mengajak peserta (klien) untuk sesi tanya jawab. Mempertahankan perhatian mereka adalah tantangannya, dan kita akan menyelidiki hal itu di langkah berikutnya.

Langkah kedua: menetapkan kebutuhan

Langkah kedua dalam urutan adalah untuk menetapkan kebutuhan akan komunikasi Anda (pesan, presentasi, mengapa orang berkumpul, dll.). Ini adalah langkah penting, dan itu tidak selalu dikomunikasikan dengan jelas.

Dengan menetapkan kebutuhan, itu berarti Anda sudah mengerti tentang mengapa setiap orang berada di dalam ruangan dan perlu mendengarkan terlebih dahulu. Ini juga tentang apa yang Anda butuhkan agar audiens atau klien Anda berkontribusi dalam percakapan dan bagaimana Anda ingin mereka berperilaku sesuai yang Anda inginkan.

5 Langkah Jitu untuk Presentasi Produk dengan Maksimal
image/burnsmcdmedia.com

Di sinilah Anda memiliki kesempatan untuk menyatukan audiens atau klien Anda dan menempatkan semua orang berada dalam kondisi yang sama. Bagaimana Anda mengutarakan dan memposisikan kebutuhan (keperluan) untuk masing-masing klien akan berbeda-beda berdasarkan situasi dan kondisi.

Contoh pernyataan sederhana yang menetapkan kebutuhan dan harapan dalam sebuah pertemuan (presentasi) untuk pemecahan masalah adalah: “Kita semua ada di sini hari ini untuk memecahkan masalah penurunan penjualan kita. Setiap departemen membawa cara yang berbeda untuk mendekati target penjualan yang bernilai, dan perspektif unik dan pengalaman Anda akan membantu menciptakan solusinya”

Baca juga: Cara Terbaik Membuat Segmentasi Pelanggan Anda

Menetapkan kebutuhan dalam presentasi penjualan akan terlihat seperti ini: “Kami semua ada di sini untuk belajar tentang cara-cara untuk lebih efektif mengelola media sosial dari perusahaan kami. Dengan semakin banyaknya platform dan channels, menjaga pelanggan dengan segala cara untuk memastikan pelanggan bisa ikut memberikan komentar memang tidak mudah termasuk menanggapi komentar. Anda memerlukan solusi untuk membantu mengelola ini sehingga pelanggan Anda selalu mendapat respon yang cepat.”

Kita pada dasarnya akan mendapatkan anggukkan kepala secara tidak sadar atau sukarela dari audiens (klien)  Anda. Dan hal itu berarti mereka setuju dengan apa yang Anda sampaikan.

Langkah ketiga: memuaskan kebutuhan pelanggan

Sekarang Anda pastikan audiens atau klien Anda untuk mendapatkan solusi, atau ikut berkontribusi pada solusi (produk) yang Anda tawarkan. Langkah ini juga berarti  bahwa bagaimana Anda menghadirkan atau menunjukkan solusi itu kepada klien secara langsung.

Jika ini adalah presentasi persuasif atau promosi penjualan, sekaranglah waktunya untuk mengungkap layanan atau produk Anda yang akan memecahkan masalah dan memenuhi kebutuhan mereka.

5 Langkah Jitu untuk Presentasi Produk dengan Maksimal
image/inspirationfeed.com

Jika Anda menggunakan struktur atau langkah  ini untuk mengatur pertemuan tim, langkah untuk memberikan kepuasan adalah di mana banyak kerja sama tim dan kontribusi individu yang terlibat didalamnya. Di sinilah orang yang ada dalam tim presentasi Anda harus bisa mendukung apa yang Anda lakukan. Carilah masukan dari anggota tim dan mintalah mereka membantu menciptakan solusi untuk masalah ini.

Sebagai catatan: Jika Anda menggunakan urut-urutan dalam presentasi di mana Anda menjadi pembicara dan Anda tidak memiliki solusi atau kepuasan, itu berarti Anda sama saja dengan bunuh diri, jika Anda tidak melibatkan klien sebagai prospek untuk ikut memberikan tanggapan.

Baca juga: Sudahkah Anda Tahu Alasan Mengapa Pelanggan Anda Pindah Ke Lain Hati?

Maka dari itu selalu siapkan kemungkinan pertanyaan dan jawaban yang nantinya akan ditanyakan oleh klien saat kita presentasi, agar kita bisa memberikan kepuasan atas pertanyaan yang mereka ajukan.

Langkah keempat: visualisasi

Anda mungkin pernah mendengar pepatah, “Sebuah gambar bermakna seribu kata” Pernyataan itu benar-benar berlaku dalam langkah visualisasi. Di sini Anda membantu audiens (klien) Anda mem-visualisasi-kan seperti apa dunia mereka jika mereka mengambil tindakan yang akan Anda minta, bagaimana kehidupan mereka akan meningkat jika mereka menerapkan solusi (produk) Anda, perbaikan yang akan mereka lihat setelah merubah keputusan untuk menggunakan solusi (produk) dari Anda. Dengan kata lain hasil yang mereka bisa harapkan dari solusi yang Anda berikan ditampilkan juga dalam bentuk visual.

5 Langkah Jitu untuk Presentasi Produk dengan Maksimal
image/lynda.com

Sisipkan kata-kata dalam gambar Anda. Di sinilah Anda bisa menunjukkan keefektifan produk atau solusi Anda dengan membantu audiens (klien) Anda membayangkan solusi Anda di dunia mereka.

Langkah kelima: ajakan bertindak (call to action)

Langkah yang paling diabaikan dalam komunikasi bisnis adalah gagal untuk meminta tindakan dari klien. Ini bisa berarti pertemuan di mana Anda memberikan informasi yang bagus namun tidak memberi tahu tim Anda langkah selanjutnya. Atau di mana Anda memberikan rincian yang relevan namun gagal memberi tahu seseorang apa yang harus dilakukan dengan informasinya. Atau bisa saja gagal melakukan penjualan.

5 Langkah Jitu untuk Presentasi Produk dengan Maksimal
image/tusclasesencasa.com

Terkadang kita berasumsi bahwa hanya karena seseorang melihat potensinya, mereka akan bertindak atas kemauan sendiri. Seringkali, para pemimpin dan manajer perusahaan dan tim berasumsi bahwa karena mereka berada dalam posisi yang berwenang, karyawan mereka tahu bagaimana bertindak dan dengan bersemangat dan rela memilih untuk bertindak, atas informasi yang diberikan. Asumsi ini bisa sangat mahal atau beresiko.

Anda tidak mendapatkan apa yang tidak Anda minta! Orang lain tidak bisa membaca pikiran kita.

Pada langkah terakhir ini, Anda perlu memberi tahu orang harus melakukan tindakan, hasil, atau keputusan apa yang harus mereka ambil atau buat. Dalam percakapan penjualan, Anda tidak akan sampai ke akhir pertemuan Anda tanpa menanyakan prospek bisnis Anda. Hal yang sama berlaku untuk pertemuan, presentasi atau ucapan di mana Anda mengharapkan atau berharap agar klien bertindak.

Baca juga: Rahasia Marketing dari Sir Richard Branson

Apa pun jenis presentasi, rapat tim, percakapan penjualan atau pidato publik yang Anda pimpin, masing-masing harus memiliki beberapa jenis pola pengelolaan. Hal terakhir yang Anda inginkan saat memberikan presentasi adalah audiens (klien) Anda bertanya-tanya apa yang akan Anda lakukan selanjutnya.

Pikiran yang sedang bingung tidak bisa menerima apa yang orang lain minta (katakan). Pikiran yang sedang bingung pula tidak bisa dipaksa untuk membuat keputusan. Memiliki kejelasan tentang bagaimana informasi yang Anda sajikan, dan menyampaikannya dalam struktur yang masuk akal bagi audiens Anda, akan mendorong hasil yang lebih besar, lebih baik dan lebih cepat.

Sekian dan semoga bermanfaat bagi Anda yang membutuhkan teknik untuk presentasi ke klien Anda.

Sumber rujukan

No Comments Yet
About Us

Intermezzo is online magazine for smart entrepreneurs and start-ups. We are committed with two ideas. First, as entrepreneurs and start-ups within Indonesia will be the bridge that will link the entrepreneurial community in our region together. Second, the start-up boom that began in Surabaya and which spread to around Indonesia will tell this exciting and unfolding story in our region. We are active across digital and social media.

%d bloggers like this: