9 Strategi Pemasaran dengan Anggaran Rendah untuk Bisnis Startup

Bisnis startup (UMKM) akan menghadapai banyak tantangan saat awal-awal masa berdiri. Namun tidak ada situasi yang tidak berbahaya hingga mengancam bisnis stratup pun akan terus menghantui. Sehingga dibutuhkan perjuangan secara kontinyu agar bisnis tetap bertahan dan berjalan.

The Minority Business Development Agency (MBDA) memperkirakan biaya rata-rata untuk memulai bisnis berada di sekitar $30.000 atau sekitar 400 juta rupiah. Dan ada perbedaan yang signifikan dalam gambar ini, dengan beberapa bisnis memulai hanya beberapa ratus dolar dan yang lainnya membutuhkan lebih dari jutaan.

Tapi, perlu diingat! angka ini hanya biaya awal mengembangkan startup. Selain itu, perusahaan baru juga harus membayar gaji sebulan untuk tim, biaya sewa kantor, bahan baku dan biaya operasional berkelanjutan lainnya – sambil berjuang untuk mendapatkan cukup pendapatan agar tetap bertahan.

“Terperangkap” dalam upaya penyeimbangan keuangan yang “mengerikan” ini, kebanyakan pengusaha akhirnya meninggalkan investasi yang mereka anggap tidak berguna, seperti pemasaran dan periklanan.

Namun, ironisnya hal yang akan mengerikan nantinya adalah bahwa mengabaikan pemasaran akan menghambat pertumbuhan bisnis, sehingga akan mengurangi pendapatan dan anggaran yang dibutuhkanpun menjadi lebih ketat.

Baca juga: 8 Strategi Promosi Paling Efektif Bagi Usaha Kecil

Dengan kira-kira sekitar 80 persen pengusaha yang tidak tahu bagaimana mengukur keefektifan strategi pemasaran, tak heran mengapa pemasaran begitu cepat untuk dipotong anggarannya.

Namun, inilah masalahnya: pemasaran yang efektif tidak harus menghabiskan banyak biaya. Tentu, strategi pemasaran dengan anggaran lebih tinggi dapat membawa lebih banyak visibilitas dan konsistensi dalam hasil akhirnya, namun ada banyak strategi pemasaran murah dan sangat efektif yang dapat Anda gunakan untuk membantu pertumbuhan bisnis, khususnya bisnis startup dan UMKM.

Berikut adalah sembilan strategi pemasaran yang bisa digunakan oleh bisnis startup maupun UMKM di antaranya, mari kita simak bersama:

1. Referrals

Salah satu cara terbaik untuk memasarkan adalah menghindari teknik atau cara pemasaran yang sudah umum digunakan; Sebagai gantinya, Anda bisa menciptakan sebuah sistem yang memungkinkan pelanggan Anda melakukan pemasaran untuk Anda.

Pertimbangkan fakta bahwa orang empat kali lebih mungkin untuk membeli produk ketika mendapat rujukan dari seorang teman.

9 Strategi Pemasaran dengan Anggaran Rendah untuk Bisnis Startup
image/hubspot.net

Salah satu program yang bisa Anda gunakan adalah referrals. Referral adalah sistem dimana kita akan membawa (refer) pengunjung/pembeli/orang baru ke satu situs tertentu.

Jika pengunjung tersebut berminat menjadi anggota, biasanya kita akan dijanjikan komisi dari situs tersebut. Referral juga bisa kita sebut sebagai makelar. Dalam artian, pihak yang menawarkan sesuatu milik pihak lain melalui ikatan bisnis.

Baca juga: 5 Alasan Mengapa Anda Harus Memulai Berjualan Online

Terlebih lagi, membuat program referral tidak memerlukan banyak biaya, dan tergantung bagaimana strukturnya, bahkan bisa jadi gratis.

Anda bisa menawarkan diskon pada pelanggan Anda saat ini dengan imbalan untuk merujuk pelanggan baru, atau menawarkan hadiah uang tunai, jika Anda benar-benar berinvestasi dalam strategi ini.

Pastikan untuk memberi tahu pelanggan Anda (mungkin menggunakan salah satu metode lain yang tercantum di bawah ini).

2. Siaran pers dan fitur berita

Orang-orang membaca berita secara teratur, dan jika Anda memiliki sesuatu yang layak untuk diberitakan, sebagian besar media berita dengan senang hati akan melaporkannya untuk Anda.

Siaran pers adalah cara murah untuk membuat merek atau produk Anda disebutkan dalam publikasi utama, dan kemungkinan besar juga untuk ditampillkan dalam portal online milik mereka.

Jika Anda melakukan semua pekerjaan itu sendiri, mengubungi dan mengirim email kepada wartawan, siaran pers sebenarnya bisa menjadi strategi pemasaran gratis. Untuk itu Anda bisa ketahui syarat-syarat dan prosedur yang dibutuhkan untuk siaran pers

3. Content Marketing

Pemasaran konten memiliki banyak bentuk, namun tidak memerlukan investasi yang signifikan. Pendekatan yang paling sederhana adalah mengelola blog milik sendiri, menambahkan konten baru beberapa kali dalam seminggu yang menginformasikan atau menghibur pembaca Anda dengan cara yang unik dan praktis.

9 Strategi Pemasaran dengan Anggaran Rendah untuk Bisnis Startup
image/searchengineland.com

Infografis, video dan podcast semuanya termasuk dalam kategori pemasaran konten juga. Semua media konten ini memiliki kekuatan untuk meningkatkan reputasi merek atau produk Anda, meningkatkan lalu lintas blog Anda dan melengkapi beberapa strategi lain yang dapat Anda ambil dari daftar ini (seperti yang akan Anda lihat).

Anda juga bisa memanfaatkan kolom-kolom opini atau blog gratis dari kompasiana, blog detik, forum detik, kaskus dlsb

4. SEO

Jika Anda menghabiskan waktu untuk menulis artikel untuk kampanye pemasaran konten Anda, Anda juga bisa mulai berinvestasi dalam meningkatkan optimasi mesin pencari Anda (SEO).

Baru dalam dunia SEO? Ini mungkin tampak rumit secara teknis, namun kenyataannya adalah, dengan sedikit membaca dan dedikasi, Anda dapat dengan mudah memahami dasar-dasarnya.

Anda dapat menggunakan tool online seperti Moz’s Keyword Explorer untuk mengidentifikasi kata kunci yang relevan yang dapat menarik lalu lintas tinggi ke situs Anda dengan persaingan rendah; Anda kemudian juga dapat mengoptimalkan situs Anda untuk menyertakan kata kunci tersebut.

Baca juga: 5 Langkah Jitu Mengurangi Pengeluaran dalam Menjalankan Bisnis

Anda juga perlu membuat perubahan struktural, menulis konten berkualitas tinggi secara konsisten dan menarik tautan balik ke domain Anda. Hal ini memang memaka banyak pekerjaan dan waktu, tapi jika Anda melakukannya sendiri, satu-satunya biaya Anda adalah waktu – yang sangat berharga, karena manfaat jangka panjangnya sangat besar.

5. Social Media Marketing

Pemasaran media sosial bukanlah sesuatu yang dapat Anda lakukan dengan santai, tapi tersedia secara gratis, dan itu adalah sesuatu yang dapat Anda kuasai jika Anda menginvestasikan waktu.

9 Strategi Pemasaran dengan Anggaran Rendah untuk Bisnis Startup
image/yourdigitalresource.com

Mulailah dengan menetapkan profil untuk bisnis Anda di platform utama seperti Facebook, Twitter, dan Instagram. Lengkapi profil Anda, dan mulailah mengumpulkan konten apa saja yang diinginkan oleh pasar sasaran Anda.

Jangkau individu, dan pastikan untuk tetap terhubung. Pada waktunya, Anda bisa menumbuhkan ribuan pemirsa, yang mewakili arus lalu lintas ke situs Anda.

Apabila Anda membutuhkan Jasa social media marketing profesional klik >disini<

6. Email marketing

Pemasaran email tetap menjadi salah satu strategi pemasaran yang paling hemat biaya, dengan beberapa sumber mengklaim laba atas investasi (ROI) mencapai 400 persen atau lebih. 

Selama Anda memiliki daftar email yang bagus (dikelompokkan secara organik, bukan dibeli), Anda memiliki potensi untuk mendapatkan pelanggan potensial.

Selain mengirimkan email penawaran produk ke calon pembeli, email juga sering digunakan sebagai media untuk menjalin hubungan baik dengan para subscriber melalui email news letter.

Baca juga: Cara Terbaik Membuat Segmentasi Pelanggan Anda

Dengan menggunakan email juga akan membuat informasi yang Anda sampaikan menjadi lebih cepat terkirim dan tersampaikan. Biaya yang dibutuhkan pun juga akan jauh lebih murah.

7. Iklan PPC (Pay Per Clicks)

Iklan bayar per klik (Pay Per Clicks) bisa menjadi mahal jika Anda menargetkan kata kunci dengan lalu lintas tinggi, namun ada target dan platform yang ramah bahkan bagi pengusaha pemula yang paling hemat anggaran.

Misalnya, di Facebook, Anda dapat membayar sedikitnya hanya $ 1 per hari untuk iklan tertentu (meskipun Anda mungkin ingin menginvestasikan sedikit lebih banyak dari itu jika Anda ingin melihat hasil yang signifikan).

8. Personal branding

Personal branding bekerja seperti corporate branding, kecuali itu akan berlaku untuk Anda sebagai individu. Anda akan mempromosikan diri dan keahlian Anda di media sosial, dan mungkin di blog khusus, mendapatkan pengikut baru dan sumber lalu lintas dan minat yang terpisah.

Nilai di sini adalah bahwa orang cenderung mempercayai orang lain lebih dari sekadar perusahaan atau korporasi, jadi pada akhirnya, Anda akan memiliki tempat terpisah dan kuat yang dapat Anda gunakan untuk menggabungkan konten Anda atau menarik prospek baru – semuanya tanpa membayar sepeser pun.

9. Forum dan kelompok

Jangan meremehkan kekuatan mengintai di forum publik dan kelompok media sosial. Anda mungkin melihat seseorang mengajukan pertanyaan yang dapat Anda jawab (dengan keahlian Anda), atau mengikuti acara lokal yang dapat Anda gunakan untuk mempromosikan bisnis Anda.

9 Strategi Pemasaran dengan Anggaran Rendah untuk Bisnis Startup
image/shutterstock.com

Semakin Anda terlibat dengan komunitas Anda masing-masing, termasuk lingkungan lokal Anda dan juga industri Anda yang lebih luas, semakin besar kesempatan Anda untuk mendapatkan keuntungan.

Kabar baiknya, biasanya tidak memerlukan biaya apapun untuk menjadi anggota komunitas ini, jadi Anda bisa menuai keuntungan dengan tidak lebih dari beberapa jam dari waktu Anda.

Baca juga: Cara Jenius Membangun Bisnis yang Sehat

Jika Anda mendapati diri sendiri berjuang dengan anggaran bisnis yang ada, jangan paksakan untuk memotong anggaran pemasaran.Sebagai gantinya, temukan cara kreatif untuk membangun pengakuan atas merek dan produk Anda yang tidak memerlukan investasi yang signifikan.

Begitu Anda membangun aliran pendapatan konsisten yang lebih kuat, Anda akan memiliki lebih banyak kebebasan untuk berinvestasi dalam strategi yang lebih besar dan lebih mahal; Atau Anda dapat menuangkan lebih banyak sumber daya teratas dari eksperimen sebelumnya.

Sumber: entrepreneur

No Comments Yet
About Us

Intermezzo is online magazine for smart entrepreneurs and start-ups. We are committed with two ideas. First, as entrepreneurs and start-ups within Indonesia will be the bridge that will link the entrepreneurial community in our region together. Second, the start-up boom that began in Surabaya and which spread to around Indonesia will tell this exciting and unfolding story in our region. We are active across digital and social media.

%d bloggers like this: