Rahasia Marketing untuk Meningkatkan Loyalitas Pelanggan

Rahasia Marketing untuk Meningkatkan Loyalitas Pelanggan Anda
loyalitas pelanggan
sumber gambar: pexels.com, by Andrea Piacquadio

Bukan menjadi sebuah rahasia lagi bahwa biaya akuisisi untuk menarik target audiens menjadi seorang pelanggan bisa sangat tinggi, biasa disebut dengan CAC (Customer Acquistion Cost). Jika dibandingkan dengan menargetkan kepada orang yang sudah pernah membeli produk Anda. Terutama di dalam bidang industri berlangganan sebagai contoh Spotify atau Netflix.

Artinya, selain memperluas pangsa pasar dengan mendatangkan calon pembeli baru, Anda juga harus memberi perhatian lebih kepada pelanggan lama. Sebisa mungkin pelanggan lama menjadi pelanggan yang loyal dan tak ingin beralih ke kompetitor. Maka dari itu Anda perlu menciptakan program loyalitas. Dibawah ini ada beberapa ide program loyalitas pelanggan yang bisa menginspirasi Anda:

1. Sistem Poin

sistem poin
sumber gambar: pexels.com

Sistem poin banyak digunakan oleh perusahaan ritel dimana frekuensi transaksi yang cukup sering namun nilai transaksinya kecil. Dalam sistem ini pelanggan akan diberikan poin setiap kali melakukan transaksi dan akan mendapatkan reward jika sudah mencapai akumulasi poin tertentu. Sistem poin biasa kita temukan di minimarket, supermarket, dan perusahaan ritel lainnya. Dengan sistem poin, akan menimbulkan ikatan pada pelanggan untuk membeli di tempat yang sama agar poinnya bertambah. Dan akhirnya dapat ditukarkan dengan hadiah menarik atau voucher belanja.

2. Membership

sumber gambar: kindpng.com

Penerapan program membership terbukti efektif dipakai diberbagai perusahaan. Dengan menjadi member sebuah toko atau restoran, seorang pelanggan akan mendapatkan keuntungan atau penawaran menarik lainnya dibandingkan dengan pelanggan biasa. Program semacam ini juga cocok untuk perusahaan jenis B2B yang bisnisnya bergantung pada pembelian secara berlangganan. Semakin besar biaya membership-nya, semakin besar pula keuntungan dan manfaat yang akan didapat.

Kita ambil contoh produk aplikasi InterActive MyProfit. Jika Anda membeli paket Pro, pastinya benefit yang akan didapat lebih besar daripada membeli paket Basic. Namun sekali lagi tergantung dari budget yang pemilik bisnis.

Baca Juga: 3 Cara Menarik Kembali Pelanggan yang Hilang

3. Up-Selling dan Cross-Selling

Up-selling artinya pelanggan ditawarkan produk yang berharga lebih tinggi namun memiliki kualitas atau nilai tambah yang tinggi juga. Misalnya dengan berlangganan YouTube premium, pelanggan akan mendapatkan benefit jauh di atas pelanggan lain. Salah satunya bisa menonton video tanpa terganggu oleh iklan.

Sedangkan cross-selling berarti menawarkan kategori produk lain untuk melengkapi produk awal yang dibeli pelanggan. Contohnya menawarkan kaos kaki pada pelanggan yang akan membeli sepatu. Pelanggan Anda akan merasa nyaman jika berbelanja di tempat Anda karena tidak perlu repot mencari barang lain.

4. Komunitas

Membuat sebuah komunitas yang positif antar pelanggan adalah salah satu cara untuk menjaga relasi dengan pelanggan sekaligus meningkatkan loyalitas. Misalnya komunitas otomotif, komunitas gaming, dan sebagainya. Semakin kuat komunitas tersebut semakin kuat pula loyalitas mereka terhadap produk Anda. Tapi, Anda juga harus tetap memberikan respon yang positif jika misalnya ada yang komplain atau bertanya mengenai produk Anda. Dengan begitu, image perusahaan Anda tetap baik di mata pelanggan dan komunitas.

Baca Juga: 10 Pendekatan Psikologis untuk Menarik Calon Konsumen

5. Program Referral

Program referral biasanya berupa kode yang bisa dibagikan oleh pelanggan ke orang lain agar mendapat keuntungan bersama. Sebagai contoh dengan membagikan kode referral, pelanggan loyal akan memperoleh cashback. Begitu pula dengan calon pelanggan yang mengaplikasikan kode tersebut akan dapat cashback yang sama.

Selain mendapatkan traffic dan awareness, pelanggan juga akan memberikan kesan positif karena Anda membangun relasi dengan setiap pelanggan. Cara-cara di atas hanya beberapa ide yang bisa menginspirasi Anda untuk membuat program loyalitas kepada pelanggan. Selebihnya bisa kembangkan sendiri sesuai dengan bidang usaha Anda.

Tunggu apalagi, segera praktekan dalam bisnis Anda. Selamat berbisnis!

Andrew Santoso

Digital Marketing at InterActive

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.